Kolaborasi Nadiem, Erick dan Wisnhutama di #PrestasiTanpaKorupsi

PERISTIWA | 9 Desember 2019 15:19 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menyaksikan pentas #PrestasiTanpaKorupsi di SMK Negeri 57 Jakarta. Pagelaran ini dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia.

#PrestasiTanpaKorupsi menyuguhkan drama singkat yang diperankan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, komedian Beddu dan Sogi Indra Dhuaja.

Erick Thohir tampil sebagai penjual bakso. Sementara Nadiem, Wishnutama, Beddu dan Sogi berperan sebagai pelajar SMK. Drama diawali dengan obrolan santai antara Nadiem Makarim dengan Sogi di warung bakso.

Sogi membujuk Nadiem menggunakan uang kas sekolah untuk membeli bakso. Kebetulan, Nadiem mengantongi uang kas sekolah. Namun, Nadiem menolak. Tak hanya Nadiem, Erick pun ikut mengingatkan Sogi agar tak membeli bakso dengan uang kas sekolah.

"Nggak boleh pakai uang kas sekolah, pakai uang sendiri. Pokoknya no money, no bakso," kata Erick.

Tak berselang lama, Wishnutama dan Beddu datang untuk membeli bakso.

"Bang Thohir, bakso satu pake akhlak," ucap Wishnu disambut tawa penonton.

Beddu lantas berbicang soal rencana masuk kampus favorit. Dia mengaku ingin menggunakan koneksi orang dekat untuk masuk kampus.

"Loe udah tahu mau kuliah di mana? Loe nggak tahu bapak gue siapa? Bapak gue pejabat terus. 'Pak, Beddu mau kuliah nih kasih kampus paling favorit di Indonesia'. Pake koneksi bapak gue, selesai," ucap Beddu bangga.

"Yaelah bro, hari gini masih ada loe pakai nepotisme, koneksi-koneksian. Kagak zaman bro," kata Wishnu.

"Itu kan fasilitas bokap gue, gue manfaatin aja. Mumpung ada," timpal Beddu.

"Mentang-mentang anak bos loe, belagu," jawab Wishnu.

Erick tak mau ketinggalan dengan perbincangan tersebut. Erick mengingatkan Beddu agar tak menggunakan koneksi orang dekat atau fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.

Erick seolah menyindir mantan bos Garuda, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara, karena terlibat dalam kasus penyelundupan motor gede Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Garuda jenis Airbus A330-900 Neo.

"Jangan mentang-mentang anak bos, malah manfaatin fasilitas, relasi. Namanya nepotisme. Ntar kalau loe udah gede, terus jadi Dirut, malah nitip barang-barang loe. Tukang bakso aja ngerti yang beginian," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Mempertanyakan Komitmen Pemberantasan Korupsi di DPRD DKI Jakarta
KPK Nantikan Penerapan Hukuman Mati Bagi Koruptor
Menteri ESDM hingga Menkeu Jadi Pembicara dalam Diskusi 'KPK Mendengar'
Sekjen Gerindra Puji KPK Selamatkan Uang Negara Rp63 Triliun
Peringatan Hakordia 2019, Mahfud MD Sebut Momentum untuk Menyadarkan Semua

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.