Komandan Paspampres: Pemotor Sunmori Paksa Terobos Jalan Veteran III yang Ditutup

Komandan Paspampres: Pemotor Sunmori Paksa Terobos Jalan Veteran III yang Ditutup
Pengendara moge dilumpuhkan di kawasan Ring 1. ©Istimewa
PERISTIWA | 26 Februari 2021 17:43 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Viral sebuah sejumlah pengendara motor gede (moge) yang ditindak oleh Paspampres saat berkendara di Jalan Veteran III, pada Minggu (21/2). Video tersebut diunggah oleh @bodatnation diakun instagramnya. Dalam video yang berdurasi 3 menit tersebut terlihat mereka diadang.

Terkait hal tersebut Komandan Pasukan Pengaman Presiden (DanPaspampres), Mayjen TNI Agus Subiyanto membenarkan kejadian tersebut.

"Pada hari Minggu (21/2) sekira pukul 06.00 anggota Paspampres yang sedang melaksanakan tugas pengamanan instalasi di Kantor Wapres terpaksa melumpuhkan pengendara motor atau komunitas motor yang sedang melaksanakan Sunday Morning Riding (Sunmori) karena memaksa menerobos Jalan Veteran III yang ditutup oleh pembatas jalan (traffic cone)," kata Agus kepada merdeka.com, Jumat (26/2).

Dia mengatakan pengendara motor tersebut terpaksa harus dilumpuhkan lantaran menerobos serta melanggar tindakan pelanggaran batas Ring 1 dengan menggunakan sepeda motor. Agus memaparkan Jalan Veteran III adalah kawasan ring 1 instalasi VVIP yang menjadi tugas pokok Paspampres untuk mengamankan segala ancaman.

"Pengendara motor tersebut terpaksa harus dilumpuhkan oleh anggota Paspampres karena penerobosan tersebut merupakan tindakan pelanggaran batas Ring 1 dengan menggunakan alat berupa sepeda motor," katanya.

"Komunitas motor sering melakukan aksi balapan, kebut-kebutan dan menggunakan knalpot racing yang keras yang mengganggu ketertiban umum serta melanggar UU Lalu Lintas," tambahnya.

Hal tersebut kata dia tertuang dalam Buku Petunjuk Teknis Pam Instalasi VVIP yg disahkan oleh Keputusan Panglima TNI tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 59 Tahun 2013 tentang Pam VVIP. Agus menjelaskan tindakan anggota Paspampres tersebut merupakan bentuk kewaspadaan dalam melaksanakan tugas terhadap segala bentuk hakikat ancaman terhadap Instalasi VVIP.

"Sehingga segala bentuk kegiatan sekecil apapun yang mengganggu harus di antisipasi," ungkapnya.

Sementara itu, dia juga mengatakan tindakan anggota Paspampres yang melakukan tindakan tegas adalah bentuk dari antisipasi. Salah satunya dilumpuhkan dengan mendendang salah satu pengendara.

"Dilumpuhkan dengan cara apa saja, apabila mengancam," katanya.

Dia juga menjelaskan pihak Paspampres pun saat ini sudah berkoordinasi dengan Kepolisian. Sehingga para pengendara bisa ditindak.

"Sudah kita koordinasikan dengan Kepolisian," katanya. (mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami