Komisi I DPR setuju Marsekal Hadi jadi Panglima TNI gantikan Jenderal Gatot

PERISTIWA | 6 Desember 2017 17:25 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Komisi I DPR menyetujui Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI yang baru. Keputusan itu disampaikan setelah Marsekal Hadi melewati uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Panglima TNI.

"Setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan, serta memintai pandangan dari seluruh fraksi dan anggota Komisi I DPR RI, maka rapat Komisi I pada Rabu, Komisi I DPR RI memberikan persetujuan, terhadap Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI," kata Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/12).

Abdul mengatakan 10 fraksi partai menilai jenderal lulusan Akademi Militer 1986 itu memenuhi syarat untuk mengemban tugas sebagai Panglima TNI. Rekam jejak Hadi di TNI dianggap sangat mumpuni.

"Marsekal Hadi dinilai memiliki rekam jejak yang mumpuni sebagai KSAU selain itu dia memenuhi syarat dan memiliki kecakapan dalam mengemban tugas sebagai panglima TNI," terangnya.

Selain menyepakati Hadi sebagai Panglima TNI, Abdul menyebut Komisi I juga setuju Jenderal Gatot Nurmantyo diberhentikan dengan hormat sebagai Panglima TNI. Gatot memasuki masa pensiun pada Maret 2018 mendatang.

Komisi I mengapresiasi kinerja, dedikasi dan profesionalitas Gatot saat memimpin institusi TNI. Pihaknya berharap kinerja dan capaian apik yang ditunjukkan Gatot bisa diteruskan dan dikembangkan oleh Hadi.

"Komisi I juga menyetujui dengan hormat, Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai panglima TNI seraya memberikan apresiasi ke beliau atas dedikasi, kesungguhan dan profesionalisme, kecakapan dalam memimpin TNI serta kinerja yang dicapai sebagai panglima TNI," tandas Abdul.

Suasana ruangan Komisi I saat pengumuman Hadi sebagai Panglima TNI sangat riuh dan penuh dengan tepuk tangan. Sejumlah anggota TNI angkatan 1986 yang merupakan kolega Hadi bersorak sorai saat Komisi I menyetujui mantan Sesmil Presiden itu menjadi Panglima TNI baru.

Hadi sendiri tak berkomentar banyak terkait keputusan dari Komisi I serta kebijakan terhadap sejumlah isu.

Setelah keluar dari ruangan rapat Komisi I, Hadi terlihat dibopong oleh sejumlah rekan, salah satunya Widyaiswara Utama Sespim Polri Irjen Ilham Salahudin menuju eskalator. (mdk/dan)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.