Komisi I minta TNI harus siap dipimpin Marsekal Hadi Tjahjanto

PERISTIWA | 4 Desember 2017 14:18 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Istana telah menyodorkan ke DPR nama Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal Panglima TNI baru. Sosoknya telah banyak disebut lantaran TNI didorong melakukan rotasi antarmatra.

Wakil Ketua Komisi I Meutya Hafidz menuturkan TNI harus bisa menunjukkan profesionalitasnya dengan menerima Panglima TNI dari Angkatan Udara.

"Saya rasa di sinilah TNI perlu menunjukkan profesionalitas mereka berikan kesempatan juga kepada Kasau untuk memimpin di pucuk pimpinan tertinggi di TNI sebagai panglima," ujar Meutya di Kompleks Parlemen, Senin (4/12).

Politisi Golkar itu meminta dari tubuh TNI bisa menerima rotasi angkatan. Sebab memang sudah waktunya AU menjadi panglima setelah terakhir diangkat Marsekal Djoko Suyanto pada tahun 2006-2007. Selain itu, Marsekal Hadi perlu menyesuaikan diri setelah lama panglima dipegang Angkatan Darat.

"Saya rasa harus bisa diterima oleh semuanya ya karena memang kalau semangat rotasi ini memang gilirannya AU pasti ada adjusment yang harus dilakukan karena memang ini sering dipegang AD," kata Meutya.

Diketahui, Panglima TNI Gatot Nurmantyo akan pensiun pada Maret 2018 mendatang. DPR pagi ini menerima surat dari Istana berisi nama calon Panglima TNI baru yang diajukan Presiden Jokowi. Wakil Ketua DPR bagian Polhukam, Fadli Zon membenarkan isi surat yang diantarkan Mensesneg Pratikno.

"Tadi pagi saya menerima Menteri Sekretaris Negara Prof Pratikno, menyampaikan surat dari Presiden tentang rencana pemberhentian dengan hormat Jenderal Gatot Nurmantyo dan pengangkatan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI yang baru," ujar Fadli.

Marsekal Hadi Tjahjanto bukan orang asing buat Jokowi

Bahas surat Jokowi soal Panglima TNI baru, DPR rapat Bamus sore ini

Memaknai alasan Jokowi pilih Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI

Calon Panglima Marsekal Hadi akan ditanya pengamanan pilkada & loyalitas pada negara

Calon tunggal Panglima TNI, kekayaan terakhir Hadi Tjahjanto Rp 5 M

(mdk/eko)