Komisi III: Aparat Mesti Jaga Wibawa Saat Lakukan Pendekatan Humanis Kepada Ormas

Komisi III: Aparat Mesti Jaga Wibawa Saat Lakukan Pendekatan Humanis Kepada Ormas
ilustrasi polisi. ©2014 Merdeka.com
NEWS | 3 Desember 2021 17:41 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur Kapolda dan Kapolres yang sowan kepada sesepuh ormas yang sering bikin gaduh. Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh menilai, sikap Jokowi sebagai ajakan kepada polisi untuk tetap menjaga kemandirian dan kewibawaannya saat melakukan pendekatan persuasif humanis.

"Kritik Presiden Jokowi mesti kita letakkan sebagai ajakan kepada aparat Kepolisian RI untuk tetap menjaga kemandirian dan kewibawaannya di saat melakukan pendekatan persuasif humanis. Artinya pola persuasif humanisme adalah piranti utama yang mesti dilakukan, tetapi tetap harus jaga marwah atau kewibawaannya," katanya kepada merdeka.com, Jumat (3/12).

Pangeran percaya bahwa pendekatan persuasif dan humanis aparat kepolisian selama ini justru modal utama yang telah membawa pamor kepolisian meningkat di mata masyarakat. Khususnya dalam menjaga keamanan ketertiban masyarakat.

"Kenyataan ini sulit dibantah sebagai prestasi atas kinerja kepolisian kita," ucap politisi PAN itu.

Menurutnya, pendekatan aparat kepolisian kepada sesepuh ormas yang dikenali sering membuat gaduh itu memang tidak lepas dari upaya membangun kondusifitas di masyarakat.

"Artinya tidak bisa digeneralisasi bahwa semua kapolres atau kapolda melakukan begitu semua. Maka itu harus dilihat dari sisi situasionalnya juga," ucapnya.

Pangeran menambahkan, kritikan Presiden Jokowi harus diletakkan untuk semua pejabat dan pemimpin institusi pemerintahan. Bahwa tantangan atas tugas yang dihadapi seberat apapun tidak menjadikan integritas menjadi lemah di hadapan iming-iming materialisme keduniaan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegur salah satu Kapolres yang sowan kepada sesepuh organisasi masyarakat(Ormas) di daerah yang sering membuat keributan. Kapolres tersebut pun menjelaskan tindakan yang dilakukan agar kondisi daerah bisa kondusif.

"Ada kapolda baru, ada kapolres baru, malah datang kepada sesepuhnya ormas yang sering membuat keributan. Bener ini? Saya tanya ke kapolres, kenapa bapak melakukan ini? supaya kotanya kondusif," kata Jokowi saat memberikan kepada Kesatuan Wilayah Tahunan 2021 di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (3/12).

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menilai cara yang dilakukan Kapolres kurang baik. Sebab itu dia meminta kepada kepada jajaran Polri agar melakukan pendekatan dengan baik, tanpa menggadaikan kewibawaan.

"Tapi apakah cara itu betul? hati-hati jangan menggadaikan kewibawaan dengan sowan kepada pelanggar hukum. Banyak ini saya lihat. saudara-saudara harus memiliki kewibawaan. Polri harus memiliki kewibawaan," bebernya.

Tidak hanya itu Jokowi juga berpesan agar Polri dapat melindungi dan membantu kaum lemah yang terpinggirkan dalam hukum. Menurutnya, indeks kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian sangat tinggi sehingga hal tersebut harus dijaga dengan tetap memperhatikan kaum-kaum kecil.

Baca juga:
Polri Terbitkan Aturan Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK jadi ASN
Omicron Sampai di Singapura, Polri Perketat Semua Pintu Masuk ke Indonesia
Jaga Kenaikan Harga, Jokowi Minta Jajaran Polisi Mengerti Inflasi
Panglima Andika Perkasa Mengaku Jarang Dapat Laporan Ada Bentrok TNI-Polri
Irwasum Minta Kapolres Harus Respons dan Beri Data yang Dibutuhkan Media

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami