Komisi III DPR Nilai Kerja Pemberantasan Korupsi Kejagung dan KPK Jomplang

Komisi III DPR Nilai Kerja Pemberantasan Korupsi Kejagung dan KPK Jomplang
Arsul Sani. ©dpr.go.id
PERISTIWA | 14 Juni 2021 14:50 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi III DPR RI menggelar rapat kerja bersama Kejaksaan Agung. Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi III DPR Arsul Sani membandingkan kinerja Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penanganan tindak pidana korupsi (tipikor).

Arsul mengutip data Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyatakan Kejaksaan menyidangkan perkara korupsi dengan nilai kerugian Rp56,7 triliun pada 2020, sedangkan KPK Rp115,8 miliar pada 2020.

“Tentu ini jumlah yang jomplang,” kata Arsul di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (14/6/2021).

Arsul juga menyebut Kejagung berhasil menuntaskan kasus-kasus rumit hingga pengadilan seperti kasus Asabri dan Jiwasraya.

“Kinerja kejaksaan, paling tidak tahun 2020 itu terkait penanganan perkara korupsi," ujar Arsul,” katanya.

Ia memberi catatan agar Kejaksaan Agung tidak hanya menyoroti perkara tipikor saja, melainkan mengembangkan perkara ke tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Ada kerja yang sangat baik yang pernah dilakukan Kejaksaan Agung ketika menangani pegawai Ditjen Pajak Rp1 miliar, tapi bisa dikembangkan adanya TPPU bernilai Rp64 miliar,” pungkasnya.

Reporter: Delvira Hutabarat (mdk/ray)

Baca juga:
Kritik Kejagung, Anggota Komisi III Bandingkan Proses Hukum Rizieq dan Sunda Empire
Kejagung Tangkap Buronan Kasus Korupsi Batubara di Kalimantan Timur
Dalami Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri, Kejagung Periksa Dua Saksi
Kejagung Periksa Pelatih dan Kabag Keuangan pada Kasus Korupsi Dana Hibah KONI Pusat
Ferrari hingga Rolls Royce Sitaan Korupsi Asabri Dilelang Kejagung, Ini Caranya

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami