Komisi III Minta Polri Profesional Tangani Penganiayaan Irjen Napoleon ke M Kece

Komisi III Minta Polri Profesional Tangani Penganiayaan Irjen Napoleon ke M Kece
Ketua Komisi III DPR Herman Hery. ©liputan6.com/delvira hutabarat
NEWS | 22 September 2021 11:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pimpinan Komisi III DPR RI meminta kepada jajaran Polri berlaku profesional dalam menangani kasus Muhammad Kosman alias Muhammad Kece. Pelaku penistaan agama melalui media sosial M Kece itu telah dianiaya Irjen Pol Napoleon Bonaparte (NB).

Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Bareskrim Polri dapat bersikap profesional dalam kasus penganiayaan terhadap M Kece.

"Apa yang terjadi itu adalah tindak pidana tentunya, dan kami tidak ingin mengintervensi apa pun siapa pun dia. Kami hanya minta Bareskrim tangani secara profesional. Pasti sudah ada mekanismenya. Saya percaya pada Kabareskrim dan Kapolri akan menangani secara profesional. Kami (Komisi III) serahkan kepada Kapolri," kata Herman pada wartawan, Rabu (22/9).

Herman menegaskan, dugaan yang dilakukan Napoleon Bonaparte kepada M. Kece merupakan tindak pidana. "Apa yang terjadi itu adalah tindak pidana tentunya dan kami tidak ingin mengintervensi siapa pun dia," katanya.

Herman lantas meminta Bareskrim Polri untuk memproses perkara M Kece dan Napoleon Bonaparte secara profesional. "Kami hanya meminta untuk Bareskrim tangani secara profesional," harap Herman.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengatakan, apapun motif Irjen Napoleon Bonaparte menganiaya M Kece tidak dapat dibenarkan. Menurutnya semua orang memiliki hak mempercayai keyakinannya masing-masing.

"Semua orang punya hak masing-masing walaupun secara umum ajaran agama dalilnya adalah Al-Quran itu sudah menjabarkan semuanya," kata Sahroni.

Karena itu Sahroni meminta kepada aparat untuk memproses kasus penganiayaan secara hukum. Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI itu meminta agar tidak ada pandang bulu melihat pangkat Napoleon di kepolisian. Mengingat kejadian antara Napoleon dan Kece terjadi di rumah tahanan, di mana keduanya memiliki kedudukan sama sebagai tahanan.

"Aparat harus tindak tegas siapapun pelaku kriminal," kata Sahroni. (mdk/eko)

Baca juga:
Kasus Penganiayaan M Kece, Irjen Napoleon Diperiksa hingga Tengah Malam
Usai Diperiksa Terkait Penganiayaan M Kece, Irjen Napoleon Diisolasi di Sel
Kasus Penganiayaan Muhammad Kece, Kepala Rutan Bareskrim Diperiksa Propam Polri
Polisi: Motif Napoleon Aniaya Muhammad Kece seperti yang Ditulis di Surat Terbuka
Aniaya M Kece, Irjen Napoleon Dibantu Eks Panglima Laskar FPI Maman Suryadi
Polri: Penjaga Rutan Berpangkat Bintara, Napoleon Minta Ganti Gembok Pasti Dituruti

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami