Komisi X DPR Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai 2021 Dengan Prokes Ketat

Komisi X DPR Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai 2021 Dengan Prokes Ketat
PERISTIWA | 20 November 2020 12:49 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mendukung usulan untuk membuka sekolah tatap muka pada 2021. Jika benar diterapkan, Huda mengingatkan pemerintah supaya menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Kami mendukung pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka. Tetapi hal itu harus dilakukan dengan protokol Kesehatan ketat karena saat ini penularan wabah Covid-19 masih terus berlangsung. Bahkan menunjukkan tren peningkatan dalam minggu-minggu terakhir ini," ujar Huda dalam keterangannya, Jumat (20/11).

Pembukaan sekolah dinilai menjadi kebutuhan utama di daerah. Huda mengatakan, pola pembelajaran jarak jauh tidak berjalan efektif karena minim sarana dan prasarana pendukung. Misalnya siswa yang tidak memiliki gawai dan akses internet tidak merata. Di satu sisi, siswa harus tetap mendapatkan materi pembelajaran.

"Di beberapa daerah siswa selama pandemi Covid-19 benar-benar tidak bisa belajar karena sekolah ditutup. Kondisi ini sesuai dengan laporan terbaru World Bank (WB) terkait dunia Pendidikan Indonesia akan memunculkan ancaman loss learning atau kehilangan masa pembelajaran bagi sebagian besar peserta didik di Indonesia," katanya.

Menurutnya, ancaman kehilangan generasi peserta didik ini bukan suatu yang remeh. Huda menilai akan memunculkan efek domino peserta didik akan kehilangan kompetensi sesuai usia mereka.

Itu juga disinggung dalam laporan UNICEF tentang dampak pandemi kepada anak di Indonesia. Lebih para jika peserta didik putus sekolah karena tidak mempunyai biaya atau terpaksa membantu orang tua.

"Kami menerima laporan bahwa jumlah pekerja anak selama pandemi ini juga meningkat, karena mereka terpaksa harus membantu orang tua yang kesulitan ekonomi," katanya.

Pembukaan sekolah, diyakini akan mengembalikan ekosistem pembelajaran bagi peserta didik. Hampir satu tahun para peserta didik tidak merasakan hawa dan nuansa sekolah tatap muka.

"Kondisi ini membuat mereka seolah terlepas dari rutinitas dan kedisiplinan pembelajaran. Pembukaan kembali sekolah tatap muka akan membuat mereka kembali pada rutinitas dan mindset untuk kembali belajar," ucap Huda.

DPR kembali mengingatkan pemerintah untuk memastikan syarat pembukaan sekolah. Di antaranya ketersediaan bilik disinfektan, sabun dan wastafel untuk cuci tangan, hingga pola pembelajaran yang fleksibel. Penyelenggara sekolah juga harus memastikan jika jaga jarak benar-benar diterapkan dengan mengatur letak duduk siswa dalam kelas.

"Waktu belajar juga harus fleksibel, misalnya siswa cukup datang sekolah 2-3 seminggu dengan lama belajar 3-4 jam saja," ucapnya.

Pemerintah juga harus menyiapkan anggaran khusus untuk memastikan prasyarat-prasyarat protokol Kesehatan benar-benar tersedia di sekolah-sekolah. Sesuai laporan World Bank, disebutkan jika 40 persen sekolah di Indonesia masih belum mempunyai toilet. Sedangkan 50 persen sekolah di Indonesia belum mempunyai wastafel dengan air mengalir yang diperlukan saat pandemi ini.

"Kami berharap ada alokasi anggaran khusus untuk memastikan sarana penting tersebut tersedia sebelum sekolah benar-benar dibuka," kata politikus PKB ini.

Kemendikbud dan Pemda harus intensif koordinasi pembukaan sekolah. Agar memastikan pola pembelajaran tatap muka dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, menghindari muncul klaster sekolah.

Sesuai dengan SKB 4 menteri bahwa pemerintah daerah melalui Satgas Covid-19, sekolah, dan orang tua siswa memegang peranan yang sama-sama penting dalam proses pembelajaran tatap muka. Elemen-elemen ini harus selalu berkoordinasi untuk mengambil keputusan secara cepat sesuai dinamika di lapangan termasuk segera menghentikan pembelajaran tatap muka di sekolah jika ada satu saja siswa atau guru yang reaktif Covid-19.

penerapan sekolah tatap muka di tangsel

Baca Selanjutnya: Usul KPAI...

Halaman

(mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami