Komite Etik: Abraham Samad tidak kooperatif

Komite Etik: Abraham Samad tidak kooperatif
KPK korupsi Alquran. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko
NEWS | 3 April 2013 16:39 Reporter : Putri Artika R

Merdeka.com - Dalam pemeriksaan kasus bocornya sprindik Anas Urbaningrum, Ketua KPK sebagai terperiksa satu tidak kooperatif. Selama pemeriksaan, Abraham tidak mau memberikan BlackBerry-nya untuk diperiksa Komite Etik untuk diperiksa.

"AS bersikap tidak setuju BB-nya dilakukan cloning untuk buka data komunikasi dengan pihak esternal terkait bocornya tindakan tersebut," ujar Ketua Komite Etik Anies Baswedan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/4).

Hal itu jadi memberatkan Abraham sebagai terperiksa. Selain itu, Abraham juga kerap memberikan informasi ke pihak luar yang terkait info di KPK. Abraham juga membuat pernyataan di media tentang Komite Etik adalah rekayasa.

"Membuat pernyataan yang mendahului Komite Etik menyatakan komite etik adalah rekayasa," ujar Anies.

Sebelumnya Komite Etik memutuskan bahwa Abraham Samad dinyatakan tidak terbukti membocorkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) atas nama tersangka Anas Urbaningrum secara langsung. Namun, Abraham dinilai turut menciptakan situasi dan kondisi kebocoran sprindik.

Oleh karena itu, Abraham hanya dinyatakan melakukan pelanggaran sedang terhadap Kode Etik Pimpinan KPK. "Menjatuhkan sanksi peringatan tertulis," kata Ketua Komite Etik KPK Anies Baswedan tentang sanksi untuk Abraham di Gedung KPK, Rabu (3/4).

Komite Etik menyatakan pembocor Sprindik adalah Wiwin Suwandi, sekretaris pribadi Abraham. Wiwin diangkat oleh Abraham sendiri. Oleh karena itu, Komite Etik menyarankan Abraham agar mampu membedakan hal yang bersifat pribadi dan profesional dalam menjalankan tugas.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Pradja juga tidak terbukti membocorkan Sprindik Anas. Dia hanya dikenakan pelanggaran ringan Kode Etik Pimpinan KPK.

"Dijatuhi sanksi lisan," kata Anies tentang sanksi untuk Adnan.

(mdk/bal)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami