Komnas HAM Evaluasi Penanganan Pengungsi Nduga

Komnas HAM Evaluasi Penanganan Pengungsi Nduga
PERISTIWA | 11 Oktober 2019 14:43 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Konflik bersenjata TNI-Polri dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat membuat warga Nduga sampai saat ini tinggal di pengungsian. Warga Nduga mengungsi ke beberapa kabupaten lainnya seperti Lanny Jaya dan Wamena. Komnas HAM melakukan evaluasi penanganan pengungsi Nduga yang dilakukan pemerintah.

"Kami saat ini melakukan evaluasi terkait dengan pengungsian di Nduga karena tiga bulan yang lalu kita sudah koordinasi dengan (Kementerian) PMK, kemudian Kemensos, Kementerian Kesehatan, untuk mereka melakukan upaya-upaya sesegera mungkin dalam penanganan kasus Nduga dan kami ingin mengevaluasi juga," jelas Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).

Beka mengatakan, evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penanganan sejumlah kementerian terhadap pengungsi Nduga. Pihaknya waktu itu mendesak sejumlah kementerian memenuhi kebutuhan para pengungsi mulai dari kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya.

Kepada Kementerian Kesehatan, Komnas HAM meminta agar mengirimkan tenaga kesehatan dan menyediakan fasilitas kesehatan yang diperlukan seperti obat-obatan, vitamin, dan lainnya. Sementara itu Kementerian Sosial diminta mengirim bantuan kemanusiaan khususnya bahan pangan seperti beras dan lauk pauk.

"Juga kita minta kepada Kemendagri untuk segera melakukan tindakan untuk mengaktifkan atau mendorong pemerintah kabupaten, pemprov untuk lebih aktif lagi menangani soal pengungsian dan pelayanan publik lainnya," kata Beka.

Sementara itu, terkait jumlah pengungsi pascakerusuhan Wamena akhir September lalu, Beka mengatakan saat ini jumlahnya semakin berkurang di pengungsian. Penyebabnya adalah karena ada yang eksodus kembali ke daerah asal dan kembali ke rumah masing-masing.

Beka mengatakan, setiap warga negara memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri termasuk menentukan domisili tempat tinggal. Pihaknya meminta negara harus bisa melindungi warga negara di manapun.

"Kalau kami mengimbau bagi yang berkenan begitu memiliki rencana untuk di Wamena ya di Wamena lagi. Meminta jaminan keamanan sepenuhnya dari aparat penegak hukum, aparat keamanan, maupun dari pemerintah daerah setempat," pungkasnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Jika Situasi Kondusif, Wiranto Jamin TNI/Polri Akan Ditarik dari Nduga
Penempatan TNI-Polri dan Suara Warga Nduga Papua
Polemik Usulan Penarikan Anggota TNI dan Polri dari Nduga Papua
Wapres JK ke Bupati Nduga: Yang Menakuti Masyarakat Tentara atau OPM?
Diminta Bupati Ditarik, Polri Tetap Pertahankan Personel di Nduga Papua
Bupati Nduga: Warga 11 Distrik Mengungsi Karena Tak Tenang Hidup dengan TNI/Polri

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5