Komnas HAM Minta Aparat Transparan Tangani Kasus Penembakan Pekerja di Papua

PERISTIWA | 5 Desember 2018 13:17 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Komnas HAM mengecam tindakan brutal terkait pembunuhan sejumlah pekerja proyek PT Istaka Karya yang sedang membangun jembatan distrik di Kali Yigi-Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua. Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufik Damanik meminta kepada penegak hukum segera untuk bisa menindak dan menangkap para pelaku sesuai dengan aturan hukum.

"Meminta aparat penegak hukum sesegera mungkin bisa menindak dan menangkap para pelaku sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan prinsip-prinsip hak asasi manusia," kata Ahmad saat komperensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).

"Kami minta seluruh proses penegak hukum terbuka. Sehingga komnas HAM memantau itu dengan baik. Sehingga kita tidak menghadapi kesalahan tahun-tahun sebelumnya. Dan bisa mendapatkan informasi sebaik-baiknya," papar dia.

Ahmad juga meminta kepada pemerintah agar memastikan tersedianya perlindungan dan menanggung seluruh biaya pemulihan fisik maupun nonfisik. Lalu pihaknya juga meminta kepada pemerintah untuk meningkatkan upaya pencegahan.

"Pemerintah melakukan satu proses pencegahan. Dan dia kaji sehingga dia terulang. Dan bukan hanya aspek keamanan saja, sehingga jika melakukan proyek itu tidak terjadi lagi," kata Ahmad.

Kemudian pihaknya juga terus memberikan masukan di Papua. Serta akan melakukan konsolidasi agar tidak terulang kembali.

"Tapi memberikan masukan adalah bagian dari kami. Dan kami akan melakukan konsolidasi untuk suatu kondisi bergabung supaya aware," ungkap Ahmad.

Baca juga:
Presiden Jokowi: Pekerja di Papua Benar-Benar Bertaruh Nyawa
Bos Istaka Karya Terjun ke Papua Tangani Kasus Pembunuhan 31 Pegawai
Kapolri Yakin Bisa Segera Atasi Kelompok Pemberontak di Papua
Presiden Jokowi: Kejar dan Tangkap Pelaku Pembunuhan Pekerja Trans Papua
11 Pekerja Pura-Pura Mati agar Tak Dihabisi Kelompok Pemberontak di Papua

(mdk/ray)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com