Komnas HAM serahkan penyelidikan tragedi 65 ke Kejagung

PERISTIWA | 23 Juli 2012 16:11 Reporter : Muhammad Mirza Harera

Merdeka.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sudah melakukan penyelidikan terhadap kasus kejahatan kemanusiaan 1965. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan sejak tahun 2008, Komnas HAM berhasil menemukan adanya bukti awal kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Setelah melakukan penyelidikan atas temuan, analisis, dan pertemuan dengan para korban, kami menemukan bukti awal adanya kejahatan terhadap kemanusiaan pada tahun 1965 seperti pembunuhan, pemerkosaan, pengusiran secara paksa, penghilangan orang dan lainnya," kata Ketua tim penyelidik kasus 65, Nur Cholis saat jumpa pers di Komnas HAM, Senin (23/7).

Menurutnya, serangan yang dilakukan aparat diperintahkan saat pemerintahan Soeharto/">Soeharto terbukti melakukan kejahatan kemanusiaan di berbagai titik di seluruh Indonesia. Unsur untuk memenuhi pelanggaran HAM berat pun sudah ada yaitu pola dari serangkaian kejahatan ini sama meskipun berbeda wilayah.

"Meluas dan sistematis, seperti yang diterangkan dalam Undang-undang nomor 26 Tahun 2000. Kasus ini sudah memenuhi unsur meluas dan sistematis karena kejadian ini terjadi dibanyak tempat dan menunjukkan ada pola yang sama," ujarnya.

Komnas HAM pun sudah mengantongi beberapa nama yang bisa dimintai pertanggungjawabannya atas tragedi 1965 itu. Yakni Lembaga Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) tahun 1965 berada langsung di bawah komando Soeharto. Namun, Komnas HAM belum bisa menyebutkan nama itu satu per satu karena sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung.

"Kami tidak bisa menyebutkan nama, karena nama-nama ini akan kami serahkan ke Kejaksaan Agung," imbuhnya.

Seperti diketahui pada tahun 1965-1966 telah terjadi serangkaian operasi militer yang dipimpin oleh Jenderal Soeharto terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI) serta simpatisannya. Dalam operasi ini banyak korban berjatuhan dari di Indonesia. Korban yang masih hidup pun diasingkan ke pulau buruh.

(mdk/lia)

TOPIK TERKAIT