Kompetisi Bola 'Ilegal' di Garut Makan Korban

PERISTIWA | 21 Juli 2019 22:33 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Sebuah kompetisi sepak bola yang digelar di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut menyebabkan salah seorang pemainnya meninggal dunia. Askab PSSI Kabupaten Garut sendiri memastikan kompetisi tersebut ilegal karena dilangsungkan tanpa ada rekomendasi dari pihaknya.

Meninggalnya salah seorang pemain tersebut terjadi pada Sabtu (20/7), di Lapangan Bola Kecamatan Karangpawitan. Korban diketahui bernama Enden (38) warga Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.

Salah seorang warga yang menyaksikan pertandingan tersebut, M Surya (32) mengatakan, Enden sempat tidak sadarkan diri di lapangan.

"Saat main tiba-tiba jatuh begitu saja di salah satu sudut lapangan. Saat jatuh, posisi kepala juga terlihat berbenturan langsung dengan tanah yang keras karena kering," ujarnya, Minggu (21/7).

Saat terjatuh, dia mengungkapkan, korban sempat mendapatkan pertolongan pertama dari para pemain dan penonton sebelum kemudian dilarikan ke RSUD dr Slamet Garut. Namun dari informasi yang diterimanya, Enden meninggal dunia sebelum sampai di rumah sakit.

"Pak Enden sudah dimakamkan sekarang di pemakaman umum Kampung Situsaeur setelah sempat disalatkan di masjid. Tadi banyak juga yang antar, termasuk unsur Muspika Karangpawitan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Askab PSSI Kabupaten Garut, Amirudin Latif mengatakan, kompetisi yang digelar di Kecamatan Karangpawitan dan menelan korban ilegal. Ia pun mengaku sangat menyayangkan jatuhnya korban dalam pertandingan sepakbola yang seharusnya menjadi hiburan bagi masyarakat banyak.

"Wasit-wasit dari kita juga sudah siap memimpin pertandingan. Namun begitu penyelenggara ini mengetahui apa saja yang harus dilakukan, mereka ini tidak pernah berkomunikasi lagi. Dan tiba-tiba saja tahu kemarin ada yang meninggal. Jadi saya pastikan itu kompetisi ilegal," terangnya.

Amir menjelaskan bahwa dalam kompetisi sepakbola, seharusnya terdapat unsur-unsur yang harus ada, seperti kesehatan hingga perangkat pertandingan. Dengan hadirnya hal tersebut, menurutnya kejadian meninggalnya pemain di lapangan bola tidak terjadi.

Baca juga:
Diduga Korban Pembunuhan, Pegawai Dinas Pariwisata Sultra Ditemukan Tewas
Tiga Hari Tinggalkan Rumah, Semi Gantung Diri di Hutan Sragen
Diduga Terserempet Kereta Api, Pelajar MTS di Karawang Ditemukan Tewas
Anak Punk di Blora Diduga Tewas Dianiaya Saat Pesta Miras
Jenazah Anak Punk dalam Karung Ditemukan di Hutan Blora
Hirup Gas Beracun, Dua Warga di Purwakarta Tewas di Dalam Sumur

(mdk/fik)