Kompolnas Sebut Eks Kapolres Malang Sedang Amankan Pemain Saat Tembakan Gas Air Mata

Kompolnas Sebut Eks Kapolres Malang Sedang Amankan Pemain Saat Tembakan Gas Air Mata
Suasana kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. ©2022 REUTERS/Stringer
NEWS | 4 Oktober 2022 20:15 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Tim investigasi tragedi Stadion Kanjuruhan masih menyelidiki peristiwa yang menewaskan 125 orang usai kekalahan Arema Malang vs Persebaya. Termasuk mendalami pemberi perintah pada personel kepolisian untuk menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton.

"Ini kami teliti. Karena saat itu Kapolres Malang sedang di luar akan mengamankan pemain (Persebaya) yang akan keluar," kata Komisioner Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto, di Kabupaten Malang, Selasa (4/10).

Wahyu menjelaskan, informasi yang dia terima kericuhan terjadi saat posisi Kapolres Malang (nonaktif) AKBP Ferli Hidayat berada di luar, di dalam Stadion Kanjuruhan terjadi kericuhan. Beberapa saat kemudian petugas menggunakan gas air mata untuk mengurai massa. Buntut insiden itu, AKBP Ferli Hidayat dicopot dari jabatannya.

2 dari 3 halaman

Jika merunut cerita tersebut, dia menduga ada pejabat di dalam lapangan yang memerintahkan anggota untuk menggunakan gas air mata tersebut. Penggunaan gas air mata itu, menyebabkan kepanikan para suporter yang ada di dalam stadion.

"Kejadian itu di dalam, berarti ada pejabat di dalam yang memerintahkan. Siapa orangnya, sedang disidik. Tapi sembilan orang sudah dicopot. Tim sedang bekerja," sambung dia.

Dia juga mendapatkan kabar AKBP Ferli Hidayat saat itu tidak memerintahkan anggotanya menembakkan gas air mata guna mengurai massa. Saat itu, Ferli telah mengambil langkah antisipasi dengan memberikan arahan langsung kepada personel.

3 dari 3 halaman

"Dalam apel yang dilakukan, sudah ada instruksi tidak boleh ada kekerasan dalam kondisi apa pun. Instruksi diulang berkali-kali oleh Kapolres saat apel persiapan," jelas Albertus.

Untuk diketahui, pada Sabtu (1/10), terjadi kericuhan usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar dengan sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut dan pada akhirnya menggunakan gas air mata.

(mdk/lia)

Baca juga:
VIDEO: Polri Periksa CCTV Cari Pelaku Perusak saat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
Hari Ini Jokowi akan Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan di Malang
Jokowi Bicara dengan Presiden FIFA soal Tragedi Kanjuruhan hingga Piala Dunia U-20
Kenang Korban Kanjuruhan, Fans Bayern Pasang Spanduk 'Lebih 100 Orang Dibunuh Polisi'
Komdis PSSI Ungkap Hasil Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Ini Lengkapnya
Pernyataan Lengkap Komdis PSSI Sanksi Arema Denda Rp250 Juta Imbas Tragedi Kanjuruhan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini