Komunikasi Buntu, Ratusan Massa NU Segel Kantor PKB Kabupaten Kediri

Komunikasi Buntu, Ratusan Massa NU Segel Kantor PKB Kabupaten Kediri
Massa Segel Kantor PKB Kabupaten Kediri. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 10 September 2020 17:12 Reporter : Imam Mubarok

Merdeka.com - Ratusan massa dari banom dan lembaga Nahdatul Ulama Kabupaten Kediri berunjuk rasa di kantor DPC PKB Kabupaten Kediri. Mereka menuntut DPC PKB Kabupaten Kediri untuk mengembalikan gedung yang ditempatinya kepada pengurus Nahdatul Ulama Kabupaten Kediri, Kamis (10/9).

Dengan membawa poster berisi tuntutan massa NU Kabupaten Kediri berunjuk rasa di halaman kantor DPC PKB di Jalan Pamenang 47 Kabupaten Kediri. Mereka menilai gedung yang ditempati PKB adalah aset NU dan harus segera dikembalikan.

Menurut massa selama ini pihak DPC PKB selalu tidak berkoordinasi kepada PCNU Kabupaten Kediri dalam setiap pengambilan keputusan. Yang terbaru terkait penunjukkan bakal calon wakil bupati kediri dari PKB, Dewi Maria Ulfa yang juga Ketua Fatayat NU Kabupaten Kediri.

Melihat hal itu PCNU Kabupaten Kediri merasa pihak PKB Kediri sudah tidak sejalan.

"Kami warga NU meminta aset yang menjadi hak NU, berupa gedung yang saat ini ditempati sebagai kantor DPC PKB. Kami memiliki bukti kalau itu milik NU, ndak mungkin kami berani bergerak kalau tidak memiliki bukti," kata H Abu Muslih yang juga Ketua Lesbumi Kabupaten Kediri.

Sementara itu, pihak DPC PKB Kabupeten kediri menilai kantor yang ditempatinya sejatinya merupakan milik dari partainya. Namun, di administrasinya diatasnamakan Nahdatul Ulama Kabupaten Kediri.

"PKB kabupaten kediri siap angkat kaki bila memang dalam rapat pleno Nahdatul Ulama memutuskan hal tersebut," kata KH Umar Faruq, Ketua Dewan Syuro Kabupaten Kediri.

Dalam unjuk rasa tersebut massa aksi juga menutup papan nama kantor DPC PKB. Usai melakukan aksinya pengunjuk rasa secara tertib kembali ke kantor PCNU Kabupaten Kediri di Jl Imam Bonjol 16 Kota Kediri.

(mdk/rhm)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami