Komunitas Pasien Diajak Berbagi Pengalaman dan Jadi Pahlawan Jantung

PERISTIWA | 26 September 2019 08:03 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Memperingati Hari Jantung Sedunia pada tanggal 29 september, Siloam Hospitals Kebon Jeruk menggelar seminar dan mengajak pasien di sana untuk berbagi pengalaman. Para pasien yang tergabung dalam komunitas dan pernah menjalani tindakan dan perawatan jantung, diharapkan dapat menjadi pahlawan jantung dan dapat saling berbagi pengalaman dan mendukung satu sama lain, sehingga tercipta hidup yang lebih sehat dan berkualitas.

"Menjadi pahlawan jantung dengan cara mengingatkan orang lain untuk menjaga pola makan, melakukan gaya hidup sehat misalnya dengan tidak merokok, rutin berolahraga, dan bagi yang sudah menjalani operasi by pass jantung untuk rutin melakukan cek kesehatan jantung, dan minum obat setiap hari," ujar dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Dr. Leonardo Paskah Suciadi.

Seminar yang digelar Senin kemarin mengambil tema Be a Heart Hero tersebut bertujuan mengajak komunitas pasien penyakit jantung di Siloam Kebon Jeruk untuk menjadi pahlawan jantung. Hadir sebagai pembicara Dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP dan Dr. Tetty MD Hutabarat, Sp. FKR (Spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi).

di sela acara, Leonardo juga menjelaskan bahwa jantung merupakan organ terpenting yang menjadi penopang hidup manusia. Penting bagi setiap manusia untuk mengetahui kondisi jantung yang dimiliki. Jika mengalami gejala penyakit jantung baiknya seperti sesak napas, masuk angin baiknya segera ke dokter.

"Penyakit jantung rentan dialami oleh pria mulai usia 40 tahun dan wanita 50 tahun, tapi Wanita 10 kali lebih lambat terkena resiko serangan jantung," imbuhnya.

Selanjutnya kelebihan berat badan (obesitas), hipertensi, diabetes, kolesterol dan kebiasaan merokok adalah faktor utama penyebab penyakit jantung.

Sementara itu, Tetty MD Hutabarat mengatakan, jika terjadi penyempitan dan pembuluh darah tidak dapat dibuka lagi, maka akan dilakukan by pass pembuluh darah, agar darah bisa tetap mengalir dan berjalan seperti fungsinya.

Latihan fisik merupakan tindakan preventif yang diperlukan untuk pencegahan penyakit jantung. "Jangan happy menjadi sehat, kasih tahu orang tua, teman yang mengalami hipertensi, diabetes, kolesterol jangan nunggu dan menunda-nunda berobat," katanya.

Tetty menuturkan, olahraga secara rutin penting untuk menjaga kesehatan jantung. Dengan rutin berolahraga, pembuluh darah kolateral akan tumbuh. "Orang berolahraga, jalan kaki yang cepat, 30 menit sehari, 5 kali atau 3 kali seminggu itu bisa menumbuhkan pembuluh darah kolateral, pembuluh darah ini mencegah serangan jantung yang fatal," ujarnya.

Sedangkan pencegahan penyakit jantung bisa dilakukan dengan berolahraga dan menjaga pola makan yang sehat. "Masyarakat harus memperhatikan pola hidup sehat, makan-makanan yang sehat serta melakukan pemeriksaan rutin akan kesehatannya," pungkasnya.

Hari Jantung Sedunia dicanangkan oleh World Heart Federation (WHF) pada 29 September 2000. Ratusan organisasi kesehatan jantung yang tersebar di berbagai negara pun memperingati Hari Jantung Sedunia dengan berbagai cara.

Data World Health Organization (WHO) tahun 2015, lebih dari 17 juta orang meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. WHO menjadikan penyakit jantung sebagai peringkat pertama penyebab kematian di dunia dan merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yaitu 151 kasus. (mdk/cob)

Baca juga:
Radang Tenggorokan yang Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung Rematik
Kram di Kaki Bisa Jadi Tanda adanya Risiko Penyakit Jantung dan Stroke
Melihat Tindakan Katerisasi di RS Jantung Diagram
Keberadaan Restoran Cepat Saji Bisa Tingkatkan Risiko Masalah Jantung Daerah Tertentu
Kenali Olahraga yang Aman Dilakukan Jika Kamu Memiliki Riwayat Penyakit Jantung
Terjadinya Penyakit Jantung Bawaan pada Anak Bisa Dideteksi Sejak Kehamilan

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.