Kondisi Tak Menentu Akibat Pandemi Mengusik Kesehatan Mental

Kondisi Tak Menentu Akibat Pandemi Mengusik Kesehatan Mental
Ilustrasi stres. Shutterstock/luxorphoto
NEWS | 5 Agustus 2021 20:33 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR), Gan Bonddilie, diduga melakukan percobaan bunuh diri di depan Gedung Balai Kota Bandung. Aksi nekat itu dilakukan sebagai bentuk protes pada pemerintah.

Maria Fina, expert journey profesional di bidang mentality, melihat kebijakan pemerintah dalam rangka menekan kasus Covid-19 memang memiliki dampak pada kesehatan mental seseorang. Kondisi tak menentu saat ini bahkan membuat orang nekat melakukan kejadian di luar nalar.

"Kondisi pandemi yang kelamaan serta PPKM yang tak berkesudahan ini. Sudah banyak para ahli dan penelitian termasuk yang di luar negri mengatakan orang tidak akan siap dan akan merusak kesehatan mental sebagian orang," ujar Maria kepada merdeka.com, Kamis (5/8).

"Sakit kesehatan mental akan mempengaruhi sakit-sakit yang akan muncul di tubuh kita," sambung dia.

Pandemi yang berkepanjangan, katanya, membuat masyarakat menjadi lelah, bingung. Belum lagi masalah ekonomi yang ikut menjangkit akibat pendapatan berkurang hingga kehilangan pekerjaan.

Kondisi ini yang kemudian membuat stres seseorang makin meningkat hingga berbuat hal-hal di luar dugaan.

"80 Persen hidup manusia dipengaruhi oleh otak, 20 persen dari aktivitas manusia. Jika 80 persen itu dipengaruhi unsur negatif maka akan mempengaruhi pikiran kita," ujarnya.

Sonny Tirta Luzanil, psikolog Universitas Multimedia Nusantara (UMN), menambahkan pada dasarnya pembatasan kegiatan ini mengajak orang-orang mengenali pandemi dan dampaknya bagi diri mereka masing-masing.

"Mengenali batasan yang dihadapi dan batas kemampuan untuk produktif dalam sehari-hari. Masa pandemi ini bisa mempengaruhi kondisi kesehatan mental kita terutama karena adanya rutinitas yang monoton dan menjadi kurang produktif dalam bekerja," ujar Sony dihubungi terpisah.

Konsekuensi Sosial-Ekonomi dan Kesehatan Mental

Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, mengatakan pandemi telah membawa konsekuensi sosial-ekonomi hingga kesehatan mental seseorang. Sehingga PPKM bukanlah penyebab utama seseorang untuk melakukan percobaan aksi bunuh diri.

"Setiap hari banyak orang yang ingin melakukan percobaan bunuh diri, bukan di masa pandemi saja. Akses layanan kesehatan mental perlu dipermudah," ujar Pandu.

Beberapa hari sebelum aksi percobaan bunuh diri yang dilakukannya, Bondbond sempat menyatakan sebuah rilis mengenai kondisi usaha restoran dan cafe yang luluh lantak akibat Pandemi COVID-19 sehingga banyak usaha yang terpaksa tutup.

Dalam rilis tersebut, Gan Bonddilie menilai perhatian yang diberikan pemerintah kota Bandung masih sangat kecil karena tidak pernah bisa diajak untuk berdiskusi di masa PPKM. (mdk/lia)

Baca juga:
Manfaat Sikap Percaya Diri, Bantu Mengatasi Kecemasan hingga Pengambilan Keputusan
6 Cara Mengatasi Anak Tantrum yang Efektif, Serta Kenali Jenis & Mencegah yang Tepat
7 Cara Atasi Stres saat Isolasi Mandiri di Rumah, Berikut Penjelasannya
Dampak Stres Pandemi pada Kualitas Tidur, Ketahui Cara Mengatasinya
Distimia adalah Bentuk Depresi Kronis Jangka Panjang, Kenali Gejalanya
Cara Mengatasi Duka Kehilangan Orang Terdekat, Lakukan Aktivitas Positif

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami