Konjen RI di Guangzhou Sebut Sutopo Meninggal karena Gagal Jantung

PERISTIWA | 7 Juli 2019 23:26 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Konsul Jenderal RI di Guangzhou Gustanto mengatakan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal akibat cardiac heart attack atau gagal jantung.

"Penyebab utama kematian beliau adalah cardiac heart attack," katanya kepada sejumlah awak media di Kargo Jenazah Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Minggu malam.

Dia mengatakan bahwa berdasarkan keterangan dokter di Guangzhou St.Stamford Modern Cancer Hospital, China, Sutopo juga terkena left lung adenocarcinoma with multiple metastases atau kanker paru-paru. Kanker tersebut, menurut Gustanto, mengenai bagian ginjal dan bagian lain seperti tulang.

Sebelumnya, Konjen Gustanto turut mengantar pemulangan jenazah Kapusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho ke Indonesia pada Minggu sore. Gustanto bersama istri almarhum, Retno Utami Yulianingsih, ikut berada di penerbangan yang sama dengan jenazah.

Jenazah Sutopo diangkut dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-899 yang bertolak dari Bandar Udara Internasional Baiyun di Guangzhou Minggu pada pukul 15.45 waktu setempat (14.45 WIB).

Jenazah tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 20.10 WIB dan diberangkatkan ke rumah duka di Depok, Jawa Barat, pada sekitar pukul 21.25 WIB.

Istri almarhum, Retno Utami Yulianingsih, bersama rombongan dari BNPB turut mengiringi mobil jenazah ke rumah duka.

Tiba di rumah duka

Jenazah Sutopo Purwo Nugroho tiba di rumah duka pukul 22.38 WIB. Jenazah diserahkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Doni Monardo, sebelum nantinya diserahkan ke pihak keluarga.

Peti berwarna hitam yang dibaluti bendera merah-putih diantarkan para pelayat ke rumah duka. Peti di taruh di meja panjang yang berada di halaman rumah.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Doni Monardo, dan orangtua Sutopo yakni Suharsono Harsosaputro membubuhkan tandatangan di atas kertas sebagai tanda penyerahan jenazah.

Isak tangis pun pecah saat peti jenazah mengiringi prosesi penyerahan jenazah. Istri dan ayah Sutopo serta anak tak kuasa saat melihat peti jenazah.

Dalam sambutannya, Retno mengenang almarhum sebagai pribadi yang baik, tangguh, dan memiliki dedikasi yang sangat tinggi untuk mengabdi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

"Kita semua kehilangan seorang anak bangsa yang baik. Mari kita iringi kepergian almarhum," ujar dia.

Tak lupa Retno menyampaikan rasa terimakasih kepada pihak-pihak yang membantu kepulangan jenazah Sutopo ke Jakarta.

"Sehingga kepulangan jenazah dapat dilakukan dgn waktu relatif singkat. ini dukacita kami mendalam kami serahkan jenazah almarhum kepada pada pihak BNPB," ujar dia.

Baca juga:
Menlu Melayat, Putra Sutopo Tak Kuasa Menahan Tangis
Di Sela-Sela Kunker, Menko Luhut Sempat Melayat Sutopo di Guangzhou
Raisa Ucapkan Bela Sungkawa Untuk Sutopo Purwo Nugroho
Jenazah Sutopo Dibawa ke Boyolali Melalui Bandara Adi Soemarmo
'Sutopo Orang Baik, Kami Kehilangan Seorang Kawan'
Cerita Ayah Dikirimi Foto saat Kondisi Sutopo Menurun

(mdk/eko)