KontraS Terima 390 Pengaduan Usai Aksi Unjuk Rasa

PERISTIWA | 4 Oktober 2019 19:00 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Rivanlee Ananda menyebut ada 390 pengaduan yang diterima tim advokasi untuk demokrasi. Jumlah itu akumulasi pengaduan yang diterima sejak 25 September hingga 3 Oktober dari berbagai daerah, termasuk Jakarta.

Rivan menyebut jenis pengaduan yang masuk diantaranya hilangnya anggota demonstran, mendapat perlakuan intimidasi baik verbal atau non verbal oleh polisi, dan kekerasan fisik. Hanya saja, belum ada rincian jumlah dari masing-masing jenis pengaduan.

"Total aduan sampai 3 Oktober pukul 21.00 WIB, 390 orang," katanya di kantor KontraS, Jakarta, Jumat (4/10).

Dia mengungkapkan, dari pengaduan tersebut didominasi oleh mahasiswa, kemudian pelajar, karyawan, hingga pekerja lepas seperti ojek daring.

Rivan menjelaskan, bentuk pengaduan bermacam-macam seperti hilangnya mahasiswa usai aksi unjuk rasa, mendapat intimidasi baik verbal atau non verbal dari polisi. Berdasarkan data pengaduan, lokasi kejadian itu terjadi di depan gedung DPRD, tempat para masa berunjuk rasa.

"Mayoritas di depan gedung DPRD masing-masing Provinsi, selalu disertai intimidasi verbal dan non verbal," ujarnya.

Rivan mengatakan untuk mendata bentuk kekerasan ataupun peristiwa kekerasan yang terjadi di lapangan selama aksi tidak lah mudah. Banyak dari pelapor enggan mengungkap peristiwa saat itu. Padahal, kata Rivan, banyak foto-foto menunjukkan adanya lebam dan memar di tubuh masa usai aksi demo.

"Ini kesulitan kami karena tidak semua mau bicara," tukasnya.

Ia mengingatkan agar aparat tidak terus menerus melakukan tindakan represif tiap kali adanya aksi unjuk rasa. Rivan bersama tim advokasi untuk demokrasi mengkritik keras penggunaan gas air mata, peluru karet, serta aksi pengeroyokan oleh aparat saat mengamankan demonstrasi.

Baca juga:
Terakhir Kali Melihat Maulana di Mapolres Jakarta Barat
Sebelum Maulana Meninggal: Ditangkap dan Ditumpuk di Dalam Truk Polisi
VIDEO: Tanda Tanya Kematian Maulana Korban Demo Rusuh Jakarta
Polri Dituntut Transparan Soal Penangkapan Massa Demo di DPR
Keluarga Minta Polisi Jujur Ungkap Penyebab Kematian Maulana

(mdk/fik)