Korban Banjir Bandang Kulawi Sigi Sulteng Menanti Uluran Bantuan

Korban Banjir Bandang Kulawi Sigi Sulteng Menanti Uluran Bantuan
PERISTIWA | 11 Agustus 2020 23:03 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Ratusan warga Kulawi Sigi Sulawesi Tengah menantikan uluran tangan banyak pihak setelah banjir bandang menerjang kawasan itu beberapa waktu lalu. Warga sangat membutuhkan pakaian dan pangan.

"Banjir bandang yang menerjang Desa Bolapapu masih menyisakan luka yang mendalam bagi korban," ucap anggota tim MRI ACT Sulteng, Afandi, di Sigi. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (11/8).

Afandi menerangkan, berdasarkan data lapangan sementara bahwa, banjir bandang yang terjadi menyeret tiga unit rumah warga di desa itu, yang mengakibatkan warga kehilangan tempat tinggal.

"Banjir yang terjadi pada Sabtu malam itu, mengakibatkan tiga rumah hanyut serta 12 rumah lainnya rusak berat," ungkap dia.

Dari hasil laporan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kabupaten Sigi, tercatat sebanyak 462 jiwa warga mengungsi. Mereka terdiri dari warga Dusun satu dan dua.

"Saat ini mereka tersebar di rumah-rumah kerabat, tidak ada satu pun yang mendirikan kamp pengungsian," ujar Afandi.

Para korban saat ini sangat membutuhkan bantuan pangan dari para dermawan, khususnya bagi korban yang rumahnya hanyut dan rusak berat.

"Kami berharap para dermawan bisa menyisihkan sedikit rezekinya untuk para korban banjir Kulawi," harapnya.

Pascabanjir akses darat untuk memasuki wilayah tersebut terputus, kini Pemkab Sigi mulai membuka akses darat sehingga kendaraan roda empat bisa melintasi jalan di kawasan itu.

Korban bencana alam banjir bandang di Kulawi menyatakan siap untuk direlokasi ke tempat permukiman baru demi keselamatan jiwa mereka, sebab lokasi permukiman lama sering dilanda bencana alam.

"Warga pada umumnya menyatakan kesediaan untuk pindah ke lokasi permukiman yang benar-benar aman dari ancaman bencana alam banjir dan tanah longsor," kata Camat Kulawi, Rolly Bagalatu.

Ia mengatakan untuk segera pindah ke lokasi baru itu tak semudah membalikkan telapak tangan.

"Ya butuh waktu cukup lama. Tetapi yang terpenting adalah masyarakat yang menginginkan untuk direlokasi," kata Rolly. (mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami