Korban Banjir Tewas di Sentani Capai 112 Orang dan Puluhan Belum Ditemukan

PERISTIWA | 28 Maret 2019 15:50 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Banjir bandang di distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (16/3), memakan banyak korban jiwa. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo menyebut 112 orang meninggal dunia.

"Korban jiwa sampai tadi malam tercatat yang resmi di Kabupaten Jayapura, jumlahnya 105 orang meninggal. Kemudian, di Kota Jayapura itu ada 7 orang meninggal. Jadi totalnya semuanya 112 orang. Kemudian, ada beberapa puluh orang yang sampai sekarang belum ditemukan," ucap Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, di Denpasar, Bali, Kamis (28/3) sore.

Letjen Doni juga menjelaskan, bahwa untuk saat ini para korban yang meninggal sudah dimakamkan secara massal.

"Hasil kesepakatan dari toko-toko Agama dan tokoh Adat di Sentani, dimakamkan secara masal tapi belum semuanya," imbuhnya.

Doni juga menjelaskan, untuk penanganan korban di Sentani sejauh ini sudah bagus. Karena, dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota Jayapura, para aparat dan petugas sangat kompak saling bahu membahu dan sampai saat ini belum ada keluhan yang berarti.

"Kemudian untuk penanganan pengungsi juga sangat baik. Logistik, pengobatan, Kemudian pembagian antara wanita dan pria serta anak-anak mendapatkan perhatian," ujarnya.

Baca juga:
Pemakaman Massal Korban Banjir Bandang Sentani
Belum Teridentifikasi, 20 Jenazah Korban Banjir Bandang Papua Dikubur Massal
20 Korban Banjir Bandang di Sentani Akan Dimakamkan Massal
Berikut 75 Jenazah Korban Banjir Sentani Papua Berhasil Diidentifikasi Polri
105 Korban Tewas Akibat Banjir Bandang Sentani Kembali Ditemukan
Danau Sentani Disarankan Segera Dikeruk Cegah Pendangkalan

(mdk/ian)