Korban tewas kecelakaan selama mudik lebaran di Sumsel naik

Korban tewas kecelakaan selama mudik lebaran di Sumsel naik
PERISTIWA | 26 Juni 2018 03:25 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas di Provinsi Sumatera Selatan selama mudik dan balik lebaran tahun ini meningkat dibanding 2017. Kecelakaan mayoritas dialami pengguna sepeda motor.

Dalam anev lakalantas Operasi Ketupat Musi 2018 pada 6-24 Juni 2018, diketahui jumlah lakalantas sebanyak 26 kejadian atau turun 37 persen dari tahun lalu. Kecelakaan tersebut menyebabkan 25 orang tewas, 11 orang luka berat, dan 15 luka ringan.

Total korban tewas selama mudik dan balik lebaran tahun ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2017 tercatat 24 orang dan 2016 hanya 10 orang. Sementara jumlah korban luka ringan dan berat cenderung mengalami penurunan.

Dari seluruh lakalantas, mayoritas dialami pengguna sepeda motor dengan 21 kejadian, mobil penumpang 8 kendaraan, bus 1 kendaraan, dan mobil barang 3 kejadian.

Selain lakalantas, tercatat juga pengendara melakukan pelanggaran yang berpotensi lakalantas saat berkendara. Polisi mengeluarkan surat tilang sebanyak 1.380 lembar atau turun 21 persen dari tahun lalu. Sedangkan teguran dikeluarkan terhadap 2.160 pengendara atau turun 15 persen dari 2017.

"Untuk total korban tewas akibat lakalantas selama Operasi Ketupat Musi 2018 cenderung meningkat, ada 25 orang. Sebagian besar pengguna sepeda motor atau roda dua," ungkap Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol M Taslim CH, Senin (25/6).

Menurut dia, lakalantas tersebut terjadi karena dua faktor, yakni faktor manusia dan jalan. Faktor manusia dilihat dari tingginya animo masyarakat yang mudik dan balik lebaran tahun ini dengan menggunakan sepeda motor.

Sementara faktor lainnya yakni jalan dinilai tidak diimbangi dengan tingginya pertumbuhan kendaraan, seperti pelebaran jalan, kerusakan, minimnya lampu penerangan, dan fasilitas marka jalan.

"Kami simpulkan dua faktor itulah yang menjadi pemicu utama terjadinya kecelakaan. Ini menjadi evaluasi ke depan agar lakalantas bisa ditekan," ujarnya.

Dia menambahkan, dalam Operasi Ketupat Musi 2018, pihaknya menurunkan 7.890 anggota yang disebar di 88 pos pelayanan dan pengamanan sepanjang jalur mudik dan balik lebaran.

"Alhamdulillah berjalan lancar. Bahan yang didapat tahun ini menjadi refleksi pada tahun-tahun mendatang," tuturnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Musim mudik usai, tol fungsional Solo-Salatiga dan Sragen-Ngawi ditutup
8 Kecelakaan terjadi di Tol Salatiga-Ngawi selama arus mudik dan balik
Pemerintah klaim masyarakat lebih mudah mudik Lebaran 2018
Arus balik H+9 Lebaran menuju Bali masih terlihat ramai
1.921 Kecelakaan terjadi hingga H+8 Lebaran 2018, 454 orang tewas
Suasana arus balik pada H+8 Lebaran di Stasiun Senen

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami