Korlantas Studi ke Australia untuk Siapkan Master Trainer Safety Driving Centre

PERISTIWA | 16 Oktober 2019 22:45 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Polri khususnya Korlantas terus mengembangkan Safety Driving Centre (SDC) sebagai wujud implementasi keselamatan dalam berlalu lintas. Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana mengungkapkan tujuannya untuk membangun budaya tertib lalu lintas hingga menurunkan tingkat fatalitas kecelakaan.

"Polri mengimplementasikan SDC untuk membantu Pemerintah dan wujud meningkatkan kualitas keselamatan, menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan dan mendukung terbangunnya budaya tertib berlalu lintas bahkan untuk menyelesaikan berbagai masalah lalu lintas lainnya," ujar Chryshnanda, Rabu (16/10).

Chryshnanda menuturkan SDC dibangun dan dipersiapkan menjadi wahana dan wadah pembelajaran untuk beberapa elemen. Antara lain, petugas pengawalan VVIP/VIP, penguji SIM, instruktur sekolah mengemudi, petugas Patwal dan PJR, pengemudi profesi, hobby serta calon pengemudi.

"Ada lagi untuk road safety riset and development, penanganan bencana, pengemudi ambulans, pemadam kebakaran, pembinaan komunitas, pameran teknologi, seminar dan hasil riset tentang road safety," jelas dia.

SDC, kata Chryshnanda, merupakan kepedulian semua elemen dari pemerintah, akademisi dan sektor bisnis untuk tumbuh kembangkan di Indonesia. Dia mencatat, ada beberapa poin yang harus disiapkan dalam mendukung implementasi SDC. Salah satunya menyiapkan master trainer untuk SDC dengan studi dengan Australia.

"Membuat grand design SDC dengan berbagai model variasinya. Membangun infrastruktur SDC setidaknya 1 di setiap propinsi. Menyiapkan master trainer dan trainer di setiap Polda hingga Polres. Menyiapkan materi pembelajaran dalam kurikulum latihan. Menyiapkan standar pengelolaan. Menyiapkan kendaraan latihan," jelas dia.

"Menyiapkan konsorsium dan komunitas sebagai mitra dan soft power SDC. Menyiapkan sistem terpadu bagi sekolah mengemudi sistem uji SIM dan sistem penerbitan SIM. Memikirkan dan menyiapkan laboratorium pusat studi research and development road safety. Membangun SDC sebagai jabatan fungsional. Memasarkan SDC agar menjadi ikon road safety," tambah Chryshnanda.

Chryshnanda menyebutkan SDC yang sudah beroperasi dan difungsikan maksimal ada di wilayah Riau. Sedang dalam pembangunan tahun ini, ada Pusdiklantas di Serpong dan Wilayah Gorontalo.

Baca juga:
Pajak STNK Mati, Pengendara Bakal Dipenjara 2 Bulan atau Rp500 Ribu
Dishub DKI Klaim Ganjil Genap Turunkan Angka Kemacetan Hingga 29,58 Persen
Ada Demo Mahasiswa di DPR, Ganjil Genap Ditiadakan Sore Ini
Dishub DKI akan Patroli 3 Jam Sekali Bersihkan Jalur Sepeda dari Kendaraan Bermotor
Melintas di Luar Jam yang Ditentukan Dishub Bekasi, Puluhan Dump Truk Ditahan
Lewat Jalur Sepeda, Motor akan Didenda Rp500 Ribu

(mdk/ded)