Korupsi Dana BPJS, Mantan Pejabat RSUD di Bandung Barat dan Anak Buah Dipenjara

Korupsi Dana BPJS, Mantan Pejabat RSUD di Bandung Barat dan Anak Buah Dipenjara
PERISTIWA | 4 Desember 2019 23:54 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Mantan pejabat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) divonis bersalah karena melakukan korupsi dana BPJS senilai Rp7,7 miliar.

Hal ini terungkap dalam sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (4/12) malam. Diketahui terpidana tersebut adalah dr Onnie Habie yang saat itu menjabat Kepala Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) RSUD Lembang, dan Meta Susanti sebagai bendahara Onnie.

Ketua Majelis Hakim, Asep Sumirat Danaatmaja Hakim mengatakan keduanya terbukti bersalah, sesuai dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam amat putusannya, Asep menjatuhkan hukuman penjara 6,5 tahun kepada Onnie. Sedangkan Meta harus menghuni bui selama 8 tahun. Selain hukuman penjara mereka diharuskan membayar kerugian negara.

"Terdakwa Meta harus membayar Rp5 miliar dan Onnie sebesar Rp2,5 miliar. Jika tidak membayar, harta kedua terdakwa akan disita dengan ketentuan apabila hartanya tidak mencukupi, pidana penjara akan ditambah," kata dia.

Untuk diketahui, kasus tindakan kedua terpidana terjadi pada periode tahun 2017-2018. Mereka memotong dana klaim RSUD Lembang sebesar Rp11,4 miliar. dari angka tersebut, mereka menyetorkan ke kas Pemerintah Kabupaten Bandung Barat Rp3,7 miliar.

Pemotongan uang itu digunakan oleh mereka untuk kepentingan pribadi. Onnie diketahui menggunakan uang sebesar Rp2,1 miliar untuk membayar cicilan mobil dan rumah. Sedangkan Meta menggunakan uang lebih besar, yakni sekitar Rp5,5 miliar. di antaranya untuk mencicil rumah pribadinya di wilayah Jambi.

Tindakan mereka terbongkar melalui temuan Inspektorat Daerah Kabupaten Bandung Barat yang menyatakan ada selisih dana yang masuk ke kas daerah.

"Kedua terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan telah melakukan tindakan korupsi bersama-sama dan menyebabkan kerugian negara," kata Majelis Hakim. (mdk/cob)

Baca juga:
2 Tersangka Kredit Macet BRK Pangkalan Kerinci Segera Diadili
Korupsi Dana Desa Rp 1,1 Miliar, Kades di Kulonprogo Ditahan
Koruptor-Koruptor yang Masa Hukumannya Dipotong Mahkamah Agung
Kejengkelan Sri Mulyani Terhadap Korupsi di Ditjen Pajak
VIDEO: Terbukti Terima Suap Rp1,2 M, Politisi Golkar Divonis 5 Tahun Penjara
KPK Periksa Dirut PT Pupuk Kaltim Terkait Kasus Suap

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami