Korupsi Stadion GBLA, Bareskrim geledah kantor PT Adhi Karya Jabar

PERISTIWA | 29 April 2015 12:19 Reporter : Andrian Salam Wiyono

Merdeka.com - Pengusutan kasus korupsi pembangunan stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) terus bergulir. Hari ini, Rabu (29/4), tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipidkor) Bareskrim Mabes Polri menggeledah PT Adhi Karya wilayah Jabar Banten terletak Jalan Cilaki Nomor 57, Bandung.

Kemarin, tim dari Bareskrim juga melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung, di Jalan Cianjur. Penggeledahan buat mencari bukti tambahan perkara korupsi proyek itu.

Dari pantauan merdeka.com, dalam penggeledahan kali ini tampak aparat dari TNI dilibatkan dan mengawal ketat kantor itu. Aktivitas penggeledahan dilakukan tertutup. Aparat TNI itu membenarkan ada aktivitas di dalam kantor PT Adhi Karya, merupakan kontraktor pembangunan stadion bertaraf internasional itu.

"Iya benar ada dari Mabes Polri, tapi saya enggak tahu. Saya cuma jaga di luar saja," kata seorang tentara.

Di halaman kantor terparkir dua mobil Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi B 1977 SAG dan D 1629 NI. Adapun mobil lainnya adalah Toyota Avanza bernomor B 800 LU. Dari informasi dihimpun penggeledahan dilakukan sejak pukul 09.30 WIB. Hingga pukul 11.45 WIB aktivitas penggeledahan masih berlangsung.

Ada tiga pintu di halaman muka kantor berupa rumah itu. Tampak penggeledahan dilakukan di sayap kiri rumah. Penyidik menggunakan tanda pengenal Bareskrim Mabes Polri. Meski begitu mereka tidak mau memberikan keterangan.

Pembangunan Stadion Utama GBLA bertaraf internasional itu sendiri sempat molor beberapa kali. Proyek bergulir di era mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada ini menelan biaya cukup fantastis, yaitu Rp 545 miliar. Belum lagi suntikan dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama tiga tahun berturut-turut. Satu pejabat Distarcip Kota Bandung dijadikan tersangka, Yayat A Sudrajat. Proyek ini diduga sarat manipulasi, apalagi beberapa waktu lalu stadion ini juga pernah mengalami amblas.

(mdk/ary)