Kota Malang Kekurangan Guru Agama Hindu

PERISTIWA » MALANG | 28 Januari 2019 09:31 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Perhimpunan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang mengeluhkan kurangnya guru atau tenaga pendidikan agama bagi anak-anak. Jumlah tenaga pendidikan agama Hindu masih belum mencukupi dibandingkan jumlah peserta didik.

Keluhan itu disampaikan Ketua PHDI Kota Malang I Made Wartana dalam Lokasabha IX Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di Hotel Ubud Malang, Minggu (27/1). PHDI Kota Malang sendiri mewakili sekitar 1.500 Kepala Keluarga (KK) umat Hindu yang tinggal di Kota Malang.

Wali Kota Malang, Sutiaji akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Malang. Pihaknya akan hadir dalam memberikan jaminan bagi semua pemeluk agama dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

"Keluhan tersebut akan segera kami tindaklanjuti. Saya akan segera memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang untuk segera mengatasinya," tutur Sutiaji.

Umat Hindu di Kota Malang memiliki tempat suci tertua dan terbesar yaitu Pura Luhur Dwijawarsa yang didirikan pada 1959 oleh Gubernur Bali. Mereka memiliki komunitas seperti umat Hindu di Bali bernama Kanyang.

Sutiaji juga menyampaikan komitmen untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di Kota Malang. Seluruh agama akan mendapatkan pelayanan yang sama dari Pemerintah Kota Malang.

"Saya juga berharap agar seluruh elemen masyarakat utamanya PHDI Kota Malang juga turut berperan aktif dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Kondusifitas kota kita ini harus terus terjaga" tegasnya.

Memasuki tahun politik seperti sekarang ini, Sutiaji berpesan agar tidak mudah terhasut oleh situasi dan kabar hoaks. Karena memang sejumlah pihaknya sengaja menjadikan agama sebagai alat untuk berpolitik.

"Keutuhan dan rasa persaudaraan yang telah terbangun dengan baik selama ini harus terus terjaga," tegasnya lagi.

Dalam acara itu juga digelar Musyawarah Kota V Wanita Hindu Dharma Indonesia Kota Malang. Acara tersebut mengagendakan pemilihan ketua dan pengurus. Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji.

Baca juga:
Jelang Hari Raya Galungan, Pedagang Penjor di Kuta Banjir Pesanan
Delapan Warga India Divonis Penjara Seumur Hidup Usai Bunuh Pedagang Sapi Muslim
Begini Cara Umat Hindu Nepal Mengingat Keluarga Lewat Festival Bala Chaturdashi
Meski Tercemar Limbah, Umat Hindu di India Tetap Gelar Ritual di Sungai Yamuna
Menpora Lantik Pengurus Kesatuan Mahasiswa Hindu Indonesia
Saat sopir taksi India mohon kelancaran rezeki di Hari Vishwakarma

(mdk/cob)

TOPIK TERKAIT
BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com