Kota Semarang Zona Merah Covid-19, Jam Operasional Restoran Dibatasi

Kota Semarang Zona Merah Covid-19, Jam Operasional Restoran Dibatasi
Hendi-Ita Ditetapkan Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 21 Juni 2021 21:06 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Pemerintah Kota Semarang kembali memberlakukan kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena kasus Covid-19. Kebijakan ini diambil menyusul status Kota Semarang yang berubah menjadi zona merah atau tingkat persebaran Covid-19 tinggi.

"Kita akan menerapkan sejumlah perubahan. Seperti kegiatan usaha seperti warung, restoran, yang sebelumnya diizinkan beroperasi hingga pukul 22.00 WIB, mulai besok hanya boleh sampai 20.00 WIB," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Balai Kota, Senin (21/6).

Meski tidak diminta tutup, para pemilik rumah makan atau restoran wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 secara ketat dengan menerapkan pembatasan jumlah pengunjung.

"Kita minta tetap batasi kapasitasnya 50 persen. Harap aturan itu ditaati. Kita juga minta warga untuk lebih menggunakan layanan pesan antar atau take away daripada datang langsung ke restoran," ujarnya

Sedangkan instansi perkantoran untuk lebih menerapkan sistem kerja work from home atau WFH. Namun jika tidak bisa, perusahaan diminta untuk mengatur jam kerja karyawan dengan sistem pembatasan jumlah karyawan yang hadir 50 persen dari kapasitas.

"Pokoknya diatur, mau dipakai sistem sif untuk membagi karyawan yang hadir juga boleh. WFH juga lebih bagus lagi," pungkas Hendi. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami