KPA Catat 560 kasus HIV/AIDS di Mataram

KPA Catat 560 kasus HIV/AIDS di Mataram
Kenali HIV/AIDS, Mulai Dari Gejala hingga Pengobatan yang Harus Dijalani. alodokter.com ©2020 Merdeka.com
NEWS | 1 Desember 2021 23:03 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mencatat angka kumulatif kasus HIV/AIDS di kota itu dari tahun 2001 hingga 2020 sebanyak 560 kasus.

"Angka kumulatif 560 kasus HIV/AIDS itu terdiri atas kasus HIV sebanyak 278 kasus, AIDS 282 kasus dan kematian 122 orang," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Mataram Margaretha Chepas di Mataram, Rabu (1/12) seperti dilansir Antara.

Sementara tahun 2021, lanjut Margaretha, upaya penelusuran kasus HIV/AIDS di Kota Mataram tidak berjalan karena semua pemangku kepentingan termasuk tenaga kesehatan fokus untuk penanganan Covid-19.

Dengan demikian, untuk tahun 2021, sejak Januari hingga Agustus tercatat 9 kasus HIV dan 6 kasus AIDS dengan 1 kasus kematian anak remaja di RSUD Mataram.

"Ini karena orang tuanya tidak tahu, kalau tahu mungkin dia bisa ditangani lebih awal," katanya.

Margaretha menyebutkan, faktor utama penularan kasus HIV/AIDS adalah seks bebas dan narkoba, sehingga peran keluarga sangat penting untuk bersama dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Di sisi lain, lanjutnya, kasus HIV/AIDS di Kota Mataram dinyatakan sebagai kasus tertinggi di Nusa Tenggara Barat, karena berkomitmen untuk mencegah HIV/AIDS dari hulu dan aktifnya KPA Mataram melakukan penanggulangan bersama tim pemetaan penanganan mulai dari hulu.

"Jika di kabupaten/kota lain di NTB memiliki komitmen bersama untuk melakukan pemantauan terhadap kasus HIV/AIDS tentunya akan banyak ditemukan orang dengan HIV/AIDS," katanya.

Dikatakan, jika penemuan kasus semakin banyak berarti lebih banyak penderita memiliki akses layanan, dan artinya fenomena gunung es sudah mencair sehingga target ke depan di tahun 2030 kasus HIV/ AIDS di Mataram bisa turun dan fenomena gunung es yang terjadi selama ini bisa mencair.

"Karena itu, kita berharap masyarakat bisa lebih terlibat secara aktif dalam pencegahan penyebaran HIV/AIDS," katanya.

KPA Kota Mataram, katanya, sudah melakukan terobosan yang melibatkan kelompok masyarakat terkecil dengan mobilisasi Dasa Wisma sebagai upaya peningkatan pemahaman masyarakat tentang HIV/ AIDS melalui pelatihan Kader Peduli AIDS.

Selain itu pencegahan penularan juga dilakukan melalui edukasi kesehatan reproduksi dan perilaku hidup sehat bagi kalangan remaja, pemeriksaan HIV bagi ibu hamil, serta memberi kemudahan akses layanan HIV bagi penderita secara komprehensif dan berkesinambungan. (mdk/bal)

Baca juga:
Tidak Punya KTP Bukan Halangan Penderita HIV Dapat Vaksin Covid-19
2.704 Warga Sumbar Terinfeksi HIV/Aids
Dinkes Jateng Catat 52 Ribu Orang Terpapar HIV AIDS, 70 Persen Cek Kesehatan
Kemenkes Sebut Varian Omicron Ditemukan Pada Pasien dengan HIV
Tujuh Warga Cipondoh Terdeteksi Positif HIV/AIDS

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami