KPAI Nilai Wacana Sekolah Tatap Muka di Zona Nonhijau Covid-19 Bahayakan Siswa

KPAI Nilai Wacana Sekolah Tatap Muka di Zona Nonhijau Covid-19 Bahayakan Siswa
PERISTIWA | 4 Agustus 2020 08:03 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membuka sekolah di zona nonhijau Covid-19 dapat membahayakan kesehatan siswa. Walaupun rencana Kemendikbud itu didasarkan pada masukan dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

"Seharusnya kita bisa belajar dari sekolah-sekolah di zona hijau yang diizinkan dibuka kemudian menjadi klaster baru penyebaran Covid-19," kata Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti seperti dilansir dari Antara, Selasa (4/8).

Dia mengungkapkan, berdasarkan pengawasan yang dilakukan KPAI terhadap 15 sekolah yang pernah mereka kunjungi selama pandemi Covid-19. Dan hanya 1 sekolah dinilai sudah siap menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan protokol kesehatan yang dibutuhkan untuk membatasi penyebaran wabah tersebut.

"Kalau 1 berbanding 15 itu menurut saya mengerikan sekali. Jadi seharusnya sekolah yang enggak siap, enggak usah dibuka. Bahaya buat anak-anak," tegasnya.

Kemudian, jika belajar dari pembukaan sekolah di zona hijau yang kemudian menjadi klaster baru penularan Covid-19, hal itu membuktikan bahwa pembelajaran secara tatap muka di zona manapun belum bisa dijadikan solusi untuk pembelajaran di masa adaptasi kebiasaan baru.

Jadi, daripada merencanakan pembukaan sekolah di zona nonhijau, KPAI menyarankan agar Kemendikbud sebaiknya fokus menangani permasalahan yang muncul selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Retno mencontohkan, dengan menggratiskan internet bagi siswa dan guru yang kesulitan mengakses PJJ.

Selain itu, Kemendikbud juga disarankan untuk menyederhanakan kurikulum dan memetakan permasalahan yang ada di masing-masing daerah. (mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami