KPK Akan Memaksimalkan Penanganan Korupsi di Korporasi

KPK Akan Memaksimalkan Penanganan Korupsi di Korporasi
PERISTIWA | 6 Agustus 2020 14:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memegang teguh komitmen untuk mengembalikan kerugian keuangan negara dari hasil tindak pidana korupsi. Salah satu yang dilakukan yakni dengan menjerat korporasi dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Ke depan, KPK berkomitmen untuk memaksimalkan penanganan tipikor ataupun pencucian uang dengan pelaku korporasi. Hal ini tentu dimaksudkan untuk memaksimalkan asset recovery atau pengembalian uang hasil korupsi kepada negara," ujar Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango, dalam diskusi daring, Kamis (6/8).

Nawawi mengatakan, sejak 2011 KPK telah menangani perkara korupsi yang menyerat korporasi sebagai tersangka. Di antaranya yakni PT Duta Graha Indah (PT. DGI) atau PT Nusa Konstruksi Enjineering (PT. NKE) telah diputus bersalah dalam kasus korporasi proyek pemerintah sedangkan PT Putra Ramadhan dinyatakan bersalah dalam kasus pencucian uang.

Diketahui, korporasi pertama yang dijerat KPK yakni PT DGI atau NKE. Kemudian, KPK menjerat PT Tuah Sejati, PT Nindya Karya. Korporasi tersebut dijerat sebagai perusahaan yang ikut terlibat secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi. Ketiganya dijerat dalam perkara yang berbeda.

KPK juga menjerat PT Tradha sebagai tersangka korporasi. Namun, PT Tradha ditetapkan sebagai korporasi terkait TPPU. KPK juga telah menetapkan PT Merial Esa sebagai tersangka.

PT Merial Esa sendiri merupakan kepunyaan suami Fahmi Darmawansyah, suami dari aktris Inneke Koesherawaty. PT Merial Esa diduga terlibat dalam kasus dugaan suap terkait proses pembahasan dan pengesahan anggaran proyek pada Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Terakhir KPK menetapkan PT Palma Satu sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau Tahun 2004.

Selain itu, demi memaksimalkan pengembalian aset negara, KPK juga menangani korupsi lintas negara seperti suap proyek pengadaan Tetra Ethyl Lead (TEL) PT Pertamina atau lebih dikenal dengan kasus Innospec.

"Dalam perkara ini, KPK telah melakukan kerja sama penyidikan dengan SFO (Serious Fraud Office) Inggris. Kerja sama penyidikan ini turut melibatkan yuridiksi negara lain seperti Singapura, British Virgin Island, dan Amerika Serikat," kata Nawawi.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami