KPK akan Panggil 4 Saksi Terkait Kasus Pengadaan Mesin dan Pesawat Garuda

KPK akan Panggil 4 Saksi Terkait Kasus Pengadaan Mesin dan Pesawat Garuda
Ilustrasi KPK. ©2014 Merdeka.com
NEWS | 16 Desember 2019 10:26 Reporter : Tri Yuniwati Lestari

Merdeka.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa empat saksi terkait kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Roll-Royce P.L.C pada PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Mereka adalah VP Corporate Secretary and Investor Relations PT Garuda Indonesia Hengki Heriandono, Mantan EVP Human Capital & Corp, Supp. Service PT Garuda Indonesia Heriyanto Agung Putra, Mantan Corporate Secretary & Legal PT Garuda Indonesia Ike Andriani dan Dirut PT Garuda Maintence Facility Aero Asia Iwan Joeniarto.

Berdasarkan jadwal yang diterima merdeka.com, keempatnya diperiksa Senin (16/12). Namun, tidak dirinci pemeriksaan dilakukan pukul berapa.

Sebelumnya, KPK telah memeriksa tujuh petinggi dan pegawai PT Garuda Indonesia (Persero) pada hari Senin (9/9). Mereka diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang sama, yaitu kasus suap yang dilakukan oleh mantan Dirut Garuda Indonesia.

"Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (mantan Dirut Garuda Indonesia)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (9/9).

KPK terus mengembangkan kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLCC pada PT Garuda Indonesia.

Febri mengatakan, tim lembaga antirasuah sudah mengidentifikasi dugaan suap lainnya terkait pembelian pesawat Airbus, ATR (Avions de Transport Regional) dan pesawat Bombardier.

"Total nilai suap yang mengalir pada sejumlah pihak, termasuk tersangka yang telah teridentifikasi sampai saat ini adalah sekitar Rp100 miliar dalam bentuk berbagai mata uang, mulai dari Rupiah, USD, EURO, dan SGD," ujar Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/8).

2 dari 2 halaman

Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, dan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (Persero) tahun 2007-2012 Hadinoto Soedigno tersangka kasus dugaan suap pengadaan mesin dan pesawat di PT Garuda Indonesia.

Keduanya diduga menerima suap dari Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo yang juga pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA).

Soetikno memberi Rp5,79 miliar kepada Emirsyah untuk pembayaran rumah di Pondok Indah, USD 680.000 dan EUR 1,02 juta yang dikirim ke rekening perusahaan milik Emirsyah di Singapura, dan SGD 1,2 juta untuk pelunasan apartemen milik Emirsyah di Singapura.

Sedangkan untuk Hadinoto, Soetikno memberi USD 2,3 juta dan EUR 477.000 yang dikirim ke rekening Hadinoto di Singapura. Selain dijerat tersangka suap, Emirsyah Satar dan Soetikno Soedardjo dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). (mdk/ded)

Baca juga:
KPK Periksa Petinggi PT Garuda Indonesia
Tak Cuma Emirsyah Satar, Pejabat Garuda Lain Diduga Ikut Kecipratan Aliran Suap
KPK Panggil 7 Eks dan Pejabat PT Garuda Indonesia
Eks Dirut Garuda Indonesia dan Penyuapnya Segera Jalani Disidang
KPK Kembali Periksa Emirsyah Satar
KPK Segera Tuntaskan Kasus Suap Garuda Indonesia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami