KPK Bakal Evaluasi Pemanggilan Saksi

PERISTIWA | 28 Januari 2020 07:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango mengatakan, KPK bakal mengevaluasi sistem pemanggilan dan pemeriksaan saksi. Menurut Nawawi, pemanggilan dan pemeriksaan saksi yang semula hanya membutuhkan pertimbangan penyidik nantinya juga harus diketahui dan dikoordinasikan dengan pimpinan KPK.

"Kita tidak mau ada praktik pemanggilan saksi yang hanya didasarkan dari pertimbangan penyidik, tapi pimpinan harus mengetahui dalam kapasitas apa seorang saksi dipanggil," kata Nawawi dalam Rapat Dengar Pendapat (KPK) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (27/1) kemarin.

Pernyataan itu diungkapkan Nawawi ketika menjawab pertanyaan Komisi III terkait pemanggilan saksi yang disebut sudah mendapat sanksi sosial dari masyarakat saat dipanggil sebagai saksi KPK.

Nawawi menyebut selama ini banyak saksi yang dipanggil KPK, namun dalam persidangan yang diajukan jaksa penuntut umum hanya sedikit. Dia berharap nantinya pemanggilan saksi lebih selektif.

"Pemanggilan saksi terhadap perkara agar jangan terlalu banyak-banyak. Ada sebuah perkara sampai 80-100 saksi. Di sidang kita dengar itu paling 20 orang sudah cukup. Berkas jadi tebal," ujarnya.

Dia juga menyoroti soal lamanya waktu pemeriksaan bagi saksi yang bisa belasan jam. Seingat Nawawi yang memiliki latar belakang sebagai hakim, pemanggilan saksi dalam berita acara pemeriksaan itu selayaknya hanya 6 hingga 7 jam.

"Kebetulan saya berlatar belakang hakim. Seingat saya berita acara itu paling banter itu 6-7 jam, kok ini sampai 12-14 jam," kata dia.

Oleh karena itu, kata Nawawi, rencananya pimpinan KPK akan memanggil Direktur Penyidikan KPK terkait mekanisme pemanggilan saksi tersebut. Menurut dia, pemanggilan Direktur Penyidikan KPK ini untuk berkoordinasi mengenai evaluasi sistem pemanggilan saksi.

"Saya sudah mintakan pada pimpinan dan sudah diamini. InsyaAllah dalam 2-3 hari ini kita akan memanggil, mempertanyakan," tandasnya.

Reporter: Delvira Hutabarat (mdk/gil)

Baca juga:
Ini Kasus-kasus yang akan Dihentikan KPK
KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi RTH di Bandung
Yasonna Dianggap Rintangi KPK: Saya Belum Terlalu Tolol Lakukan Separah itu
PDIP Duga Artidjo Ditaruh di Dewan Pengawas KPK Agar Masyarakat Tenang
KPK Perpanjang Masa Tahanan 3 Tersangka Kasus Korupsi PAW Harun Masiku
Ribut-ribut PDIP dan Demokrat Saat Rapat Bersama KPK Bahas Kasus Harun Masiku
KPK Periksa Tersangka Korupsi Jalan di Bengkalis dan Asisten Wahyu Setiawan

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.