KPK Beberkan Aliran Dana Penerima Suap Imam Nahrawi, Ada Lewat Taufik Hidayat

PERISTIWA | 6 November 2019 09:55 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan sejumlah penerimaan uang mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dalam kasus dugaan suap dana hibah dari pemerintah terhadap KONI melalui Kemenpora.

KPK membeberkannya dalam salinan jawaban atas gugatan praperadilan yang diajukan Imam Nahrawi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam salinan jawaban tersebut tertulis mantan atlet bulu tangkis Taufik Hidayat yang diduga turut membantu terjadinya suap.

Berikut rincian penerimaan uang terhadap Imam Nahrawi dalam salinan jawaban praperadilan:

1. Tahun 2018 total Rp11,5 miliar dari mantan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy. Uang tersebut merupakan commitment fee atas proses pengurusan sampai dengan pencairan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora pada tahun anggaran 2018.

2. Tanggal 6 Agustus 2017, sejumlah Rp400 juta dari Mulyana (asisten pribadi Menpora), Chandra Bakti (pejabat pembuat komitmen atau PPK), dan Supriyono (bendahara). Uang itu sebagai ‘honor’ Imam Nahrawi selaku Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima. Namun penerimaan uang tersebut diluar nilai 'honor' kewajaran sebagaimana tercantum dalam Standar Biaya Umum (SBU) yang diatur oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

3. Akhir tahun 2017, sekitar Rp1,5 miliar dari Ending Fuad Hamidy.

4. Akhir tahun 2017, sekitar Rp1 miliar dari Satlak Prima, yang diambil oleh Miftahul Ulum di rumah Taufik Hidayat.

5. Tanggal 6 Agustus 2015, sejumlah Rp300 juta dari Alfitra Salam atas permintaan dari Miftahul Ulum untuk kepentingan Imam pada acara Muktamar salah satu Ormas keagamaan.

"Bahwa penerimaan uang-uang tersebut diterima oleh Miftahul Ulum, yang berdasarkan bukti-bukti yang ada (saksi-saksi, dokumen, dan alat bukti lain yang disimpan secara elektronik), Miftahul Ulum adalah representasi dari Imam Nahrawi," tulis isi salinan tersebut dikutip Rabu (6/11).

Selain penerimaan uang, KPK juga merinci permintaan sejumlah uang oleh Imam Nahrawi, yakni:

1. Sekitar November 2018, sejumlah Rp7 miliar dari Ending Fuad melalui Lina Nurhasanah untuk penanganan perkara pidana yang sedang dihadapi oleh Syamsul Arifin selaku adik Imam yang penanganannya dilakukan oleh aparat penegak hukum lain.

2. Tanggal 12 Januari 2017, sebesar Rp800 juta diterima melalui Taufik Hidayat untuk penanganan perkara pidana yang sedang dihadapi oleh Syamsul Arifin.

3. Tahun 2016, total Rp4 miliar, dengan rincian:

a. Rp2 miliar diterima melalui salah seorang PNS Kemenpora untuk disetorkan ke Kas Negara sebagai penggantian kerugian keuangan negara terkait pemeriksaan BPK.

b. Sekitar November 2016, Rp2 miliar diterima melalui Reiki Mamesah untuk memuluskan pengajuan anggaran Olympic Center di APBN-P 2016.

Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Menpora Imam Nahrawi dan asisten pribadinya Miftahul Ulum sebagai tersangka suap dana hibah KONI. Selain suap, keduanya juga dijerat gratifikasi.

Imam Nahrawi melalui Ulum diduga telah menerima uang total Rp26,5 miliar.

Uang tersebut merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora, kemudian jabatan Imam sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

KPK menduga uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

Sebelumnya, KPK sudah lebih dahulu menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Kelima orang tersebut terjaring operasi tangkap tangan tim penindakan pada 18 Desember 2018.

Mereka adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana (MUL), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo (AP), Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH), dan Bendahara Umum KONI Jhony E. Awuy (JEA).

Reporter: Fachrur Rozie

Baca juga:
Di Sidang Praperadilan, KPK Ungkap Rincian Uang Rp 26,5 M yang Diterima Imam Nahrawi
Diperiksa 5 Jam Kasus Dana Hibah KONI, Istri Imam Nahrawi Yakin Suaminya Tak Bersalah
Hari Ini, KPK Jadwalkan Periksa Istri Imam Nahrawi
Yakin Punya Bukti Kuat, KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Imam Nahrawi
Sidang Perdana Praperadilan Imam Nahrawi Digelar PN Jaksel Hari Ini
Soal Praperadilan Imam Nahrawi, KPK Tegaskan Penetapan Tersangka Sesuai Prosedur

(mdk/rhm)