KPK Beberkan Uang yang Diduga Diterima Edhy Prabowo

KPK Beberkan Uang yang Diduga Diterima Edhy Prabowo
KPK konpers penangkapan Edhy Prabowo. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 26 November 2020 00:33 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka dalam kasus ekspor benur. Selain Edhy, enam orang lain juga ditetapkan sebagai tersangka.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango membeberkan uang yang diduga diterima dan digunakan Edhy Prabowo. Nawawi menuturkan, pada 5 November 2020 diduga ada aliran dana yang ditransfer dari rekening Ahmad Bahtiar. Dia merupakan pemegang PT ACK yang ditunjuk sebagai perusahaan forwarder untuk melakukan ekspor benih lobster.

Dana dari Ahmad Bahtiar mengalir ke rekening salah satu bank atas nama AF. Nilainya mencapai Rp3,4 Miliar. Diduga, untuk keperluan Edhy Prabowo, istrinya dan staf khusus istri Menteri Edhy berinisial AF.

"Antara lain dipergunakan untuk belanja barang mewah oleh EP (Edhy Prabowo) dan IRW di Honolulu AS di tanggal 21 sampai dengan 23 November 2020. Sejumlah sekitar Rp750 juta diantaranya berupa jam tangan rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy," ungkap Nawawi di Gedung KPK, Kamis (26/11) dini hari.

Nawawi menjelaskan, Edhy prabowo diduga kembali menerima uang pada Mei 2020. Kali ini dari SJT, selaku Direktur PT DPP. "EP juga diduga menerima sejumlah uang sebesar USD100.000 dari SJT melalui SAF dan AM," katanya.

Baca Selanjutnya: Modus Rekening Penampung...

Halaman

(mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami