KPK Dalami Keterangan Taufik Hidayat Soal Kasus Suap Imam Nahrawi

KPK Dalami Keterangan Taufik Hidayat Soal Kasus Suap Imam Nahrawi
PERISTIWA | 9 Mei 2020 08:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendalami pernyataan mantan pebulu tangkis Taufik Hidayat yang mengaku menjadi perantara suap terhadap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut, tim penyidik akan memeriksa saksi-saksi yang relevan untuk mendalami hal tersebut.

"Saat ini pemeriksaan saksi lain masih akan terus dilakukan, dan tentu fakta tersebut perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut dengan mengkonfirmasi kepada saksi lainnya," ujar Ali saat dikonfirmasi, Jumat (8/5) malam.

Ali mengatakan, pengakuan Taufik Hidayat saja tak cukup untuk dijadikan alat bukti. Menurut Ali, setiap keterangan yang akan dijadikan alat bukti harus didukung dengan keterangan-keterangan lainnya yang menguatkan.

"Ada asas hukum, satu saksi itu bukan saksi. Oleh karenanya untuk mencari kebenaran materiil perlu kroscek dengan keterangan saksi lainnya, termasuk dengan alat bukti lainnya," kata Ali.

Ali menyebut, dalam menjerat seseorang, lembaga antirasuah diharuskan memiliki minimal dua alat bukti yang saling menguatkan. Menurut Ali, sepanjang keterangan tersebut relevan dengan kejadian sebuah perkara, maka akan ditindaklanjuti.

"Oleh karenanya seluruh fakta-fakta dari para saksi tersebut, JPU (jaksa penuntut umum) nanti akan rangkai dibagian analisa yuridis dalam surat tuntutannya dan berikutnya tentu kita tunggu putusan majelis hakim," kata Ali.

"Setelah itu kemudian ditemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka, kami akan tetapkan" kata dia.

Baca Selanjutnya: Sebelumnya Taufik Hidayat mengakui pernah...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami