KPK Dalami Mekanisme PAW Harun Masiku di KPU

PERISTIWA | 28 Januari 2020 21:18 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami mekanisme pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR RI Fraksi PDIP yang melibatkan Harun Masiku di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dalam mendalami hal tersebut, tim penyidik memeriksa Ketua KPU Arief Budiman, Komisioner KPU Viryan Aziz, Kabag Umum KPU Yayu Yuliana, Kabiro Teknis KPU Nur Syarifah, serta Kasubag Pemungutan Perhitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilu KPU Andi Bagus Makawaru pada Selasa (28/1/2020).

"Materi pemeriksaannya masih terkait dengan bagaimana mekanisme PAW dan terkait dengan pelaksanaan pemilu legislatif dan seterusnya," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta Selatan.

Setidaknya, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik KPK telah memeriksa sekitar 16 saksi. Tim penyidik juga sudah menggeledah rumah dinas dan ruang kerja Wahyu Setiawan serta apartemen Harun Masiku.

Dari penggeledahan itu, tim menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik. Dari barang bukti tersebut, KPK berharap bisa menemukan keberadaan Harun.

"Apartemen Kebayoran milik tersangka HAR untuk kemudian di sana kita menyita berupa dokumen elektronik terkait dengan petunjuk keberadaan tersangka HAR (Harun Masiku)," kata dia.

Sebelumnya, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp600 juta dari permintaan Rp900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp400 juta. (mdk/ded)

Baca juga:
Stafsus Sebut Yasonna Hanya Terima Laporan dari Bawahan Soal Harun Masiku
Usai Puji Firli Memimpin KPK, Arteria Dahlan Ogah Komentar Soal Harun Masiku
Selain Ronny Sompie, Yasonna Copot Direktur Sistik Imigrasi atas Kasus Harun Masiku
Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie Dicopot karena Kasus Harun Masiku, Ini Faktanya
Diperiksa KPK, Anggota KPU Tegaskan Harun Masiku Tak Mungkin Gantikan Riezky via PAW
Kinerja Imigrasi Noda Merah 100 Hari Kerja Jokowi-Ma'ruf
Diperiksa KPK, Ketua KPU Siap Jawab Semua Pertanyaan Penyidik

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.