KPK Dalami Suap Proyek PUPR Muara Enim Lewat Anggota DPRD Mardalena

KPK Dalami Suap Proyek PUPR Muara Enim Lewat Anggota DPRD Mardalena
PERISTIWA | 29 Mei 2020 09:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa anggota DPRD Fraksi PKS Kabupaten Muara Enim, Mardalena. Pemanggilan Mardalena dalam rangka mendalami kasus dugaan suap proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Tahun 2019.

"Mardalena, anggota DPRD Kabupaten Muara Enim akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RS (Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Ramlan Suryadi)," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (29/5).

Sebelumnya, KPK menjerat Ketua DPRD Muara Enim Aries HB dan Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Ramlan Suryadi sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Tahun 2019.

Keduanya dijerat sebagai tersangka berdasarkan pengembangan kasus yang telah menjerat Bupati nonaktif Muara Enim Ahmad Yani, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan PPK Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Elfin Muhtar dan bos PT Enra Sari, Robi Okta Fahlefi.

Kasus ini bermula saat Dinas PUPR Muara Enim hendak melaksanakan pengerjaan pembangunan jalan pada tahun 2019. Untuk mendapatkan pekerjaan tersebut, Robi Okta diduga memberikan suap kepada beberapa pihak.

Selain kepada Ahmad Yani yang merupakan Bupati Muara Enim, Robi Okta diduga memberikan uang suap sebesar Rp3,031 miliar dalam kurun waktu Mei hingga Agustus 2019 kepada Aries HB.

Pemberian ini diduga berhubungan dengan commitment fee perolehan Robi Okta atas 16 paket pekerjaan di Kabupaten Muara Enim.

Sementara Ramlan Suryadi diduga menerima suap dari Robi sebesar Rp1,115 miliar. Selain itu Robi juga diduga memberikan satu unit telepon genggam merk Samsung Note 10 kepada Ramlan.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Aries dan Ramlan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Masa Penahanan Ketua DPRD Muara Enim Diperpanjang
KPK Perpanjang Masa Penahanan Plt Kadis PUPR Muara Enim
Dalami Kasus Suap Proyek PUPR, KPK Perpanjang Penahanan Ketua DPRD Muara Enim
KPK Periksa Dua Tersangka Suap Proyek di Kabupaten Muara Enim
Bupati Nonaktif Muara Enim Ahmad Yani Divonis 5 Tahun Penjara
Ketua DPRD Muara Enim Jalani Pemeriksaan Perdana Pascaditahan KPK

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5