KPK Gelar Rekonstruksi Kasus Suap Wali Kota Medan di Hotel Swiss-Belinn

PERISTIWA | 17 Januari 2020 18:52 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rekonstruksi kasus suap Wali Kota Medan, T Dzulmi Eldin, di sejumlah lokasi di Medan, Jumat (17/1). Hotel Swiss-Belinn di Jalan Gajah Mada, Medan, menjadi salah satu lokasi reka ulang itu.

Keberadaan sejumlah petugas mengenakan rompi KPK di depan dan dalam hotel milik pengusaha Akbar Himawan Buchary itu mengundang perhatian warga dan pengguna jalan.

"Tadi mulainya sekitar jam 14.30 WIB," kata Sam S, juru parkir di depan Swiss-Belinn.

Selain petugas KPK, tampak beberapa orang yang diberi tulisan layaknya rekonstruksi. Begitu juga dengan mobilnya.

"Tak lama mereka di sana, paling sekitar 15 menit, mereka kemudian masuk ke hotel menggunakan 2 unit mobil melalui basement," ujar Sam.

Belum diketahui siapa saja yang mengikuti rekonstruksi. Namun, hotel itu diketahui milik Akbar Himawan Buchari. Pengusaha muda ini sudah dicekal KPK seiring operasi tangkap tangan (OTT) suap terhadap Dzulmi Eldin.

Saat persidangan terdakwa pertama perkara OTT penyuapan ini, Isa Ansyari, nama Akbar sempat ditanyakan hakim kepada Dzulmi Eldin yang menjadi saksi. Wali Kota nonaktif itu mengaku mengenalnya.

Sementara, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan, kegiatan di Hotel Swiss-Belinn itu merupakan rangkaian rekonstruksi perkara suap Wali Kota Medan.

"Kegiatan rekonstruksi dalam perkara dugaan suap Wali Kota Medan ZE (Dzulmi Eldin)," jawabnya melalui pesan tertulis ketika dikonfirmasi wartawan.

Dia mengatakan, rekonstruksi ini digelar untuk melengkapi berkas perkara dan memperoleh gambaran utuh terkait dengan rangkaian peristiwa dugaan penerimaan uang suap tersebut. "Dilakukan di beberapa tempat di Kota Medan antara lain di sekitar Hotel Swiss-Belinn Medan," sebutnya.

Hingga pukul 18.06 WIB, petugas KPK masih berada di dalam hotel. Sejumlah personel kepolisian yang sejak awal mengawal rekonstruksi masih berjaga di luar hotel.

Rekonstruksi ini merupakan buntut dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap T Dzulmi Eldin dkk, Selasa (15/10) hingga Rabu (16/10) dinihari. Dzulmi Eldin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan Isa Anyari, dan Kasubbag Protokoler Setdakota Medan Samsul Fitri dijadikan sebagai tersangka. Di antara ketiganya baru Isa yang disidangkan sebagai terdakwa pemberi suap kepada Eldin. (mdk/cob)

Baca juga:
Ekspresi Wali Kota Medan Nonaktif Saat Akan Diperiksa KPK
KPK Periksa Kasubbag Protokol Pemkot Medan Nonaktif Terkait Kasus Suap
Wawalkot Medan Emosi Ditanya soal Jam Kerja Usai Hadiri Sidang Wali Kota
Suap Proyek dan Jabatan, KPK Periksa Wali Kota Medan
KPK Hadirkan Wali Kota Medan sebagai Saksi Suap Anak Buahnya
Suap Wali Kota Rp530 Juta, Kadis PU Medan Diadili

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.