KPK Geledah 5 Lokasi Terkait Kasus Suap Bupati Indramayu Supendi

PERISTIWA | 18 Oktober 2019 21:06 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah pribadi Bupati nonaktif Indramayu Supendi, pada Kamis, 17 Oktober 2019. Selain rumah Supendi, tim juga menggeledah lima lokasi lainnya, yakni kediaman Kadis PUPR Indramayu Omarsyah di Cirebon, rumah Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triono di Cirebon, rumah tersangka Carsa AS, rumah mantan Bupati Indramayu Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin, dan rumah saksi.

"Dari penggeledahan tersebut disita sejumlah dokumen proyek di Dinas PUPR dan uang Rp20 juta dari Rumah OMS (Omarsyah)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (18/10/2019).

Kemudian, pada hari ini tim penyidik kembali meneruskan penggeledahan untuk mencari bukti lain kasus dugaan suap terkait proyek jalan di Indramayu. Penggeledahan hari ini dilakukan di kantor Bupati Indramayu Supendi, dan kantor Dinas PUPR Indramayu.

"Tim masih di lapangan, update informasi akan kami sampaikan kembali," kata Febri.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati nonaktif Indramayu Supendi sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek jalan di Indramayu. KPK juga menjerat tiga orang lainnya, yakni Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah (OMR), Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triono (WT), dan pihak swasta bernama Carsa AS (CAS).

Supendi diduga menerima uang total senilai Rp200 juta dari Carsa. Selain kepada Supendi, Carsa juga kerap memberi uang kepada Omarsyah dan Wempy.

Omarsyah diduga menerima Rp450 juta dan sepeda senilai Rp20 juta. Sedangkan Wempy menerima senilai Rp560 juta. Uang yang diterima Omarsyah dan Wempy diduga juga diperuntukkan untuk kepentingan Bupati.

Uang yang diterima Supendi, Omarsyah dan Wempy diduga merupakan bagian dari komitmen fee 5 sampai 7% dari nilai proyek. Carsa tercatat mendapatkan tujuh proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dengan nilai proyek total kurang lebih Rp15 miliar yang berasal dari APBD Murni.

Tujuh proyek pembangunan jalan dikerjakan oleh perusahaan CV Agung Resik Pratama atau dalam beberapa proyek pinjam bendera ke perusahaan lain di Kabupaten Indramayu.

Tujuh proyek tersebut yakni pembangunan Jalan Rancajawad, pembangunan Jalan Gadel, pembangunan Jalan Rancasari, pembangunan Jalan Pule, pembangunan Jalan Lemah Ayu, pembangunan Jalan Bondan - Kedungdongkal, dan pembangunan Jalan Sukra Wetan-Cilandak.

Reporter: Fachrur Rozie

Baca juga:
Kena OTT KPK, Bupati Indramayu Supendi Pernah Diingatkan Ridwan Kamil Jauhi Korupsi
Mendagri: Kalau KPK OTT, Sudah Cukup Alat Bukti. Tak Perlu Diperdebatkan
Dilemahkan Lewat UU Baru, Ini Pembuktian KPK Korupsi Masih Masif di Indonesia
Mendagri: Baru Saya Katakan OTT Indramayu Terakhir, Pagi Ini Walkot Medan Terjaring
Ekspresi Penyuap Bupati Indramayu Saat Ditahan KPK

(mdk/ray)