KPK Geledah Kantor BP FTZ Bintan Terkait Dugaan Korupsi Pengaturan Barang Kena Cukai

KPK Geledah Kantor BP FTZ Bintan Terkait Dugaan Korupsi Pengaturan Barang Kena Cukai
Penyidik KPK dikawal sejumlah anggota kepolisian menggeledah Kantor BP FTZ Bintan, Senin (1/3) pagi. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 1 Maret 2021 10:51 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah ruangan di kantor Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Senin (1/3) pagi. Sekurangnya lima petugas dengan rompi lembaga antirasuah terlihat di lokasi.

"Ada lima orang anggota KPK yang dikawal anggota kepolisian masuk ke dalam kantor kami," kata Satpam BP FTZ Bintan, Ischak.

Penggeledahan dilakukan setelah dalam sepekan terakhir penyidik KPK memeriksa sejumlah pejabat BP FTZ Bintan dan pejabat Pemkab Bintan terkait kasus dugaan korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan FTZ Bintan Bintan tahun 2016-2018.

Belasan wartawan berada di Kantor BP FTZ Bintan sejak pukul 08.30 WIB. Mereka menunggu barang bukti apa saja yang sita KPK.

Pada awal pekan lalu, KPK memeriksa sejumlah pejabat BP FTZ Bintan dan mantan pejabat BP FTZ Bintan, serta pejabat Pemkab Bintan yang berhubungan dengan kasus dugaan korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan FTZ Bintan Bintan tahun 2016-2018. Pemeriksaan terhadap Edi Pribadi, Mardiah, Radief Anandra, dan Muhamad Hendri dilakukan di Kantor Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan KPK melakukan penyidikan terhadap kasus itu, namun belum dapat menyampaikan detail kasus dan tersangka. "Sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan terhadap para tersangka. Pada waktunya KPK pasti akan memberitahukan kepada masyarakat tentang konstruksi perkara, alat buktinya apa saja, dan akan dijelaskan siapa yang telah ditetapkan sebagai tersangka beserta pasal sangkaannya," ujarnya. (mdk/yan)

Baca juga:
Wagub Sulsel Syok Nurdin Abdullah Ditangkap KPK
Ketua KPK: Jangan Berpikir Setiap Orang Pernah Terima Penghargaan Tak Akan Korupsi
Polda Aceh Dalami Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan Wastafel Sekolah
KPK Tunggu 24 Jam Tentukan Status Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Kena OTT
KPK Sebut OTT Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Terkait Proyek Infrastruktur Jalan
PDIP soal Nurdin Abdullah Kena OTT KPK: Betapa Kencang Godaan Korupsi di Birokrasi
Eks Direktur Perusda Batang Kembalikan Duit Negara Rp200 Juta Hasil Korupsi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami