KPK Harap Polri Segera Temukan Pelaku dan Dalang Kasus Penyiraman Novel

PERISTIWA | 18 Oktober 2019 22:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berharap Polri segera menemukan pelaku dan dalang di balik teror air keras terhadap Novel Baswedan. Apalagi, masa tugas tim teknis Polri terkait kasus Novel segera berakhir.

"Ya KPK tentu berharap pelaku penyerangan Novel itu bisa diungkap ya. Bukan hanya pelaku di lapangan yang menyerang saat subuh tersebut, tapi juga siapa yang menyuruh atau aktor intelektualnya kalau memang ditemukan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/10).

Tim teknis Polri sendiri mulai bekerja pada 1 Agustus 2019 dan akan mengakhiri masa tugas pada 30 Oktober 2019. Presiden Joko Widodo alias Jokowi sendiri memberikan tenggat waktu kepada Polri, 3 bulan sejak 19 Juli 2019.

Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal sempat menyatakan ada kemajuan yang signifikan dari tim teknis bentukan Kabareskrim Idham Azis dalam mengungkap kasus Novel. Namun kemajuan tersebut tak diungkap agar pelaku tak kabur.

Febri berharap, tim teknis cepat menyelesaikan pekerjaannya agar Polri segera memberikan perkembangan kasus Novel kepada Presiden.

"Itu yang kami harapkan. Karena sudah ratusan hari lebih ya, lebih 800 hari sejak Novel diserang selepas salat subuh sekitar dua tahun lalu. Jadi bagi KPK ditemukannya pelaku penyerangan itu adalah harapan yang masih terus kita harapkan sampai saat ini," kata Febri.

"Kan Presiden bilang memberikan waktu 3 bulan. Kami yakin Polri akan memberikan perkembangan pada Presiden terkait penanganan perkara tersebut," Febri menambahkan.

Moeldoko mengaku masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan pemerintahan sekarang. Namun, dia berharap, pondasi yang telah diletakkan bersama-sama dalam lima tahun pemerintahan Jokowi-JK kiranya dapat membangkitkan optimisme seluruh elemen bangsa.

"Maka itu mari kita bersama-sama memasuki 5 tahun ke depan dengan penuh optimisme. Mari kita tinggalkan berbagai pertikaian dan perbedaan di masa yang lalu. Mari kita isi ruang publik dengan berbagai gagasan dan inisiatif baru yang dinamis. Demokrasi kita membutuhkan kritik. Namun lebih dari itu dibutuhkan narasi-narasi kemajuan dan keadaban," tuturnya.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Moeldoko Sebut Jokowi akan Tagih Perkembangan Kasus Novel ke Polri
Jelang Berakhir Masa Penyidikan, Polri Didesak Segera Ungkap Penyerang Novel Baswedan
Moeldoko soal Kasus Novel Jelang Deadline: Tanya Kapolri, Jangan Saya
Foto Dengan Anies Baswedan Jadi Isu Liar, Novel Beri Penjelasan
Novel Baswedan, Fitnah dan Serangan Bertubi-tubi yang Dialami
Beredar Foto Novel-Anies Baswedan Disebut Barter Kasus Korupsi, Ini Kata KPK

(mdk/eko)