KPK Harap Segera Terima Dokumen UU Baru Demi Kepastian Hukum

PERISTIWA | 19 Oktober 2019 04:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menerima dokumen Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Tindak Pidana Korupsi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah berharap lembaga antirasuah segera menerima dokumen tersebut. Sebab, UU yang baru tersebut merupakan acuan lembaga antirasuah dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi.

"Tentu saja sebagai penegak hukum kita harus landaskan tindakan-tindakan kita dengan dasar yang jelas dan UU yang resmi. Jadi KPK berharap UU yang resmi segera dipublikasikan sehingga bisa jadi pedoman semua pihak khususnya KPK dalam pelaksanaan tugas," ujar Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/10).

Febri mengatakan, pihak lembaga antirasuah pada Kamis, 17 Oktober kemarin sudah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Hukum dan HAM terkait UU tersebut. Menurut Febri, pihak Kemenkum HAM sudah menjelaskan bahwa UU KPK yang baru itu sudah berlaku sejak 17 Oktober 2019 kemarin.

"Tapi yang jadi persoalan adalah sampai dengan hari ini kami belum mendapatkan dokumen UU secara resmi. Jadi KPK tidak pernah ketahui secara persis bagaimana sebenarnya isi detil UU secara resmi yang sudah diundangkan tersebut. Memang ada dokumen-dokumen yang diedarkan saat paripurna (DPR)," kata dia.

Febri pun berharap KPK segera menerima dokumen UU Nomor 19 Tahun 2019 demi keberlangsungan pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Jangan sampai ada kondisi ketidakpastian hukum karena UU tersebut belum dipublikasikan, apalagi ada kondisi kekosongan hukum, dan itu sangat beresiko bagi upaya pemberantasan korupsi," kata Febri.

Reporter: Fachrur Rozie

Baca juga:
Pamer Diberi Kacamata, Mulan Jameela Diminta KPK Pahami Aturan Anggota DPR
KPK Harap Polri Segera Temukan Pelaku dan Dalang Kasus Penyiraman Novel
KPK Geledah 5 Lokasi Terkait Kasus Suap Bupati Indramayu Supendi
Eks Menpora Imam Nahrawi Ajukan Praperadilan
Mulan Jameela Disarankan Lapor KPK Soal Pemberian Kacamata
Soal ASN Diperiksa Izin Gubernur Sumut, KPK Ingatkan Pidana Menghalangi Kasus Korupsi
Geledah Kantor Wali Kota Medan, KPK Sita Dokumen Perjalanan ke Jepang dan Kendaraan

(mdk/gil)