KPK kembali jadikan Setya Novanto tersangka korupsi e-KTP
PERISTIWA | 10 November 2017 17:08 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengumumkan status tersangka Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan KPK memiliki bukti yang relevan atas penetapan status tersangka terhadap Setya Novanto.

"Setelah proses penyelidikan kemudian pimpinan KPK bersama tim penyelidik melakukan gelar perkara akhir Oktober. KPK menerbitkan SPDP 31 Oktober atas nama tersangka SN," kata Saut dalam jumpa pers di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (10/11).

Menurutnya, Setya Novanto selaku anggota DPR bersama-sama dengan Anang Sudiharjo, Andi Agustinus, Irman dan Sugiharto, diduga menguntungkan orang lain, korporasi karena jabatan atau kewenangan.

"Sehingga diduga atau sekurang-kurangnya Rp 2,3 triliun dari nilai paket Rp 5,9 triliun penerapan KTP elektronik pada Kementerian Dalam Negeri," katanya.

Setya Novanto yang juga ketua DPR dan ketua umum Partai Golkar itu disangka melanggar pasal 2 ayat 1 sub pasal 3 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Status tersangka ini merupakan kali kedua bagi Setya Novanto. Sebelumnya, KPK juga pernah menjadikan Setya Novanto menjadi tersangka. Namun status itu batal setelah Setya Novanto menang praperadilan.

Baca juga:

JK nilai penetapan Setya Novanto jadi tersangka lagi biasa saja

Setya Novanto kembali jadi tersangka, Wasekjen akui internal Golkar bergejolak

Sekjen Golkar dukung Jokowi minta kasus 2 pimpinan KPK disetop jika tak ada bukti

Mendesak Jokowi bertindak kongkret lindungi pegiat antikorupsi dari kriminalisasi

Bambang Widjojanto sebut kuasa hukum Setnov ganggu penyidikan KPK

Sudah jadi tersangka, Setya Novanto diminta KPK tak lagi mangkir pemeriksaan

Perang kasus KPK vs Setya Novanto

(mdk/dan)