KPK Kembali Sita Kendaraan Terkait Kasus TPPU Bupati Hulu Sungai Tengah

PERISTIWA | 17 Mei 2019 19:25 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita puluhan kendaraan terkait kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) melibatkan Bupati nonaktif Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan Abdul Latief (ALA). Kasus itu terkait dugaan suap pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Damanhuri.

"KPK melakukan penyitaan terhadap 12 kendaraan yang diduga diperoleh dari hasil tindak pidana korupsi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (17/5).

Menurut Febri, proses penyitaan itu dilakukan sejak Rabu 15 Mei 2019. Kendaraan yang diamankan terdiri dari lima mobil dan tujuh unit kendaraan berat truk molen yang saat ini disimpan di Rupbasan Martapura‎.

Untuk lima mobil, diserahkan oleh perwakilan ormas keagamaan di kawasan Hulu Sungai Tengah. Sementara tujuh truk molen diambil dari PT Sugriwa Agung.

"Kami sita sebagai bagian dari berkas perkara TPPU ini," jelas Febri.

Sebelumnya, KPK menjerat Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif sebagai tersangka dugaan penerimaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dia diduga menerima fee proyek dalam APBD Pemkab Hulu Sungai Tengah selama menjabat sebagai Bupati.

Lembaga antirasuah itu juga menyita puluhan barang mewah dalam kasus tersebut. Ada 23 kendaraan mewah yang di antaranya terdiri dari delapan mobil dan delapan motor.

Untuk mobil antara lain, dua unit Jeep Wrangler Rubicon, dua unit Hummer, satu unit Cadillac Escalade, satu unit Toyota Vellfire, satu unit BMW Sport, dan satu unit Lexus SUV. Sementara itu motor yang disita adalah, empat unit Harley-Davidson, satu unit BMW, satu unit Ducati, dan dua unit Trail KTM.

Selain itu, penyidik KPK turut menyita beberapa unit mobil lainnya, seperti seperti Daihatsu Grand Max, Toyota Cayla, dan beberapa kendaraan lainnya. Kendaraan tersebut dititipkan di Rupbasan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:

KPK Periksa Pihak Lexus Indonesia Terkait Pencucian Uang Bupati Hulu Sungai Tengah

Sepanjang 2018, 31 Kepala Daerah Korup Disikat KPK

Ketua non-aktif Kadin Barabai Hulu Sungai Tengah divonis 4,5 tahun penjara

Perantara suap Bupati Hulu Sungai Tengah divonis 4 tahun penjara

KPK eksekusi dua perantara suap Bupati Hulu Sungai Tengah

Divonis 6 tahun penjara, Bupati Hulu Sungai Tengah dipeluk kerabat

Terima suap Rp 3,6 M, Bupati nonaktif Hulu Sungai Tengah divonis 6 tahun penjara

(mdk/gil)