KPK Maklum Masyarakat Kecewa Harun Masiku Belum Tertangkap

KPK Maklum Masyarakat Kecewa Harun Masiku Belum Tertangkap
PERISTIWA | 27 Februari 2020 09:54 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memaklumi kekecewaan masyarakat lantaran belum tertangkapnya politikus PDIP Harun Masiku. Harun merupakan buronan dalam kasus dugaan suap terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Saya bisa memahami termasuk teman-teman, termasuk publik dan masyarakat kelihatannya kecewa bagaimana kemudian KPK tidak atau belum bisa mendatangkan atau menangkap tersangka HM (Harun Masiku)," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (27/2).

Harun masih menghirup udara bebas usai ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Januari 2020. Kasus yang menjerat Harun ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada 8 Januari 2020. Saat itu tim penindakan tak mampu menangkap Harun.

Sudah satu bulan lebih lembaga antirasuah belum menemukan keberadaan Harun. Padahal, KPK sudah dibantu institusi Polri untuk menemukan mantan calon anggota legislatif (caleg) PDIP itu.

Ali mengklaim tim KPK bersama Polri terus bergerak memburu Harun. Apalagi, Polri telah menyebar surat DPO Harun ke seluruh Polda di Tanah Air.

"Kami tetap berusaha bagaimana kemudian mencari keberadaan dari tersangka ini, dan kemudian ditangkap untuk memepertanggungjawabkan perbuatannya. Semuanya masih berproses," kata Ali.

Menurut Ali, tanpa ditangkapnya Harun, tim KPK masih dapat menuntaskan penyidikan kasus suap penetapan anggota DPR RI Fraksi PDIP melalui mekanisme pergantian antar-waktu (PAW). Menurutnya, keterangan Harun sebagai tersangka hanya satu dari lima alat bukti lainnya untuk membuktikan perkara suap ini di persidangan nanti.

"Keterangan tersangka hanya salah satu alat bukti. Pada umumnya di persidangan itu penuntut umum tidak berpegang pada keterangan tersangka atau terdakwa saja, tetapi alat bukti yang lain karena ada lima yang kemudian (keterangan Harun) itu salah satunya," kata Ali.

"Satu keterangan terdakwa. Dan ketika terdakwa tidak mengaku sekali pun atau menyangkal itu tidak masalah karena kami berpegang pada alat bukti yang lain, keterangan saksi, surat, ahli dan kemudian lain-lain," kata Ali menambahkan.

Politikus PDIP Harun Masiku dijerat sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan terkait penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Tak hanya Harun Masiku dan Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful Bahri pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp600 juta dari permintaan Rp900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp400 juta.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
Periksa Sekjen PDIP, KPK Telisik Percakapan dari Barang Bukti Elektronik
Sekuriti DPP PDIP yang Diduga Antar Harun Masiku ke PTIK Irit Bicara
Komisioner KPU Evi Novida Klaim Tak Pernah Bertemu Tersangka Suap Harun Masiku
Firli Bahuri Janjikan Tangkap Koruptor Masuk DPO, Termasuk Sjamsul Nursalim
Kasus Suap PAW Harun Masiku, Hasto Penuhi Panggilan KPK
Apa Kabar Harun Masiku, Begitu 'Sakti' Hingga Kini Belum Ditemukan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami