KPK: Mencontek, Plagiasi dan Telat Datang Kuliah Termasuk Korupsi

PERISTIWA | 31 Agustus 2019 03:32 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti kian maraknya korupsi yang dilakukan generasi muda alumni perguruan tinggi. Berdasarkan salah satu riset, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebut, praktik korupsi tumbuh dari kebiasaan saat kuliah.

"Dari penelitian KPK, ada delapan modus korupsi di kalangan mahasiswa. Terlambat datang kuliah; kasih hadiah; atau gratifikasi ke dosen, Mark up dan bikin proposal palsu," katanya di Universitas Jember, Jumat (30/8).

Selain itu, dia mengungkapkan, praktik korupsi lain di kalangan kampus adalah penyalahgunaan dana beasiswa, Plagiasi, serta mencontek.

"Sekarang ini banyak loh, koruptor yang merupakan orang pintar lulusan kampus. Jumlah koruptor yang ditangkap KPK sudah hampir seribu orang. Miris, karena banyak yang masih muda," terangnya.

Karena itu, Saut meminta kepada ara mahasiswa untuk berpegang teguh pada integritas. Sebab, dia mengungkapkan, memberantas korupsi merupakan tugas maha berat. Karena itu, KPK harus bekerjasama dengan seluruh elemen, termasuk kalangan kampus.

"Ada lima tugas pokok KPK. Empat tugas lebih bersifat pencegahan. Hanya satu yang penindakan.karena itu, kita terus berupaya memperbaiki sistem, meningkatkan peran serta masyarakat serta meningkatkan pendidikan anti korupsi," tutup Saut. (mdk/fik)

Baca juga:
Nilai Pansel Cacat Moral, Busyro Minta Jokowi Tolak Semua Nama Capim KPK
Masyarakat Antikorupsi Tolak Capim KPK Bermasalah
Jaringan Anti Korupsi Sebut Sejumlah Capim KPK Punya Rekam Jejak Bermasalah
DPR: KPK Tak Tepat Undang Pansel, yang Bisa Hanya Presiden Jokowi
Said Aqil Minta Jokowi Pilih Capim KPK Berintegritas & Tak Punya Beban Kasus

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.