KPK minta keterangan Menteri Basuki terkait kasus suap proyek Kementerian PUPR

KPK minta keterangan Menteri Basuki terkait kasus suap proyek Kementerian PUPR
Menteri Basuki saat membuka acara Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-14. ©2018 Merdeka.com
NEWS | 11 Mei 2018 11:15 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap proyek jalan di Maluku dan Maluku Utara yang menjerat Bupati Halmahera Timur, Rudi Erawan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, dipanggil untuk dimintai keterangan.

"Yang bersangkutan (Basuki Hadimuljono) akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RE (Rudi Erawan)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (11/5/2018).

Rudi Erawan sendiri merupakan tersangka kesebelas dalam kasus dugaan korupsi proyek pengerjaan jalan di Maluku dan Maluku Utara oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Rudi Erawan diduga menerima suap dan gratifikasi yang berkaitan dengan proyek tersebut sebesar Rp6,3 miliar.

Sebelum Rudi, KPK sudah lebih dahulu menjerat 10 orang tersangka lainnya, yakni, Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir; Mantan Anggota DPR‎ RI, Damayanti Wisnu Putranti; swasta, Julia Prasetyarini; Ibu Rumah Tangga, Dessy A Edwin.

Kemudian, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary; Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, Sok Kok Seng, dan empat Anggota DPR RI lainnya yakni, Budi Supriyanto; Andi Taufan Tiro; Musa Zainuddin; serta Yudi Widiana Adia.

Reporter: Fachrur Rozi

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Peringati vonis praperadilan kasus Century, MAKI tumpengan di KPK
Gugur di Mako Brimob, Iptu Yudi Rospuji pernah bertugas di KPK
Wali Kota Mojokerto, Masud Yunus resmi ditahan KPK
Kembalikan uang suap, mantan Ketua PT Manado dibebaskan pidana uang pengganti
KPK tahan Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus
Suap hakim tinggi, Aditya Moha dituntut 6 tahun penjara
Bawa payung hitam, aktivis tuntut pelaku suap diadili di KPK

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami