KPK Minta Masyarakat Selektif Pilih Calon Kepala Daerah

KPK Minta Masyarakat Selektif Pilih Calon Kepala Daerah
PERISTIWA | 7 September 2020 12:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta masyarakat selektif dalam memilih calon kepala daerah dalam Pilkada 2020 mendatang. Diketahui pemungutan suara pada Pilkada 2020 akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

"KPK mendorong masyarakat agar selektif menentukan pilihan calon kepala daerah," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (7/9).

Dia mengatakan, pihak lembaga antirasuah sudah menyiapkan beberapa program pencegahan terkait Pilkada 2020. Salah satunya adalah dengan mengajari para calon pemilih dalam menentukan pilihan.

"Beberapa program pencegahan terkait Pilkada sudah disiapkan KPK antara lain pembekalan untuk calon kepala daerah, penyelenggara, dan edukasi untuk pemilih," ujarnya.

Sebelumnya, KPK telah menerima 627 laporan harta kekayaan bakal calon kepala daerah. Dari jumlah tersebut, lembaga antirasuah memastikan calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan calon Wali Kota Medan Bobby Nasution telah menyetorkan jumlah hartanya.

"Keduanya (Gibran dan Bobby) telah melaporkan LHKPN dan telah diverifikasi dengan status lengkap," ujar Plt Juru Bicara KPK bidang pencegahan Ipi Maryati Kuding saat dikonfirmasi, Jumat 4 September 2020.

Baca Selanjutnya: Ipi mengatakan sebelumnya pihak KPK...

Halaman

(mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami