KPK Minta Sjamsul Nursalim Datang Jalani Proses Hukum Jika Beritikad Baik

PERISTIWA | 23 November 2019 14:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta tersangka penerbitan surat keterangan lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim jika mempunyai itikad baik, segera datang untuk menjalani proses hukum.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, jika Sjamsul dan Itjih memiliki itikad baik, maka lebih baik mendatangi gedung KPK dan menjalani proses hukum yang ada. Sjamsul dan istri diketahui tinggal di Singapura.

"Sebenarnya kalau punya iktikad baik, ketika dipanggil oleh KPK itu datang saja ke Indonesia, dan kalau yakin memiliki bukti tidak melakukan perbuatan korupsi, silakan perlihatkan saja pada penyidik. Pasti kami pelajari lebih lanjut," ujar Febri saat dikonfirmasi, Sabtu (23/11).

Febri mengatakan, lantaran Sjamsul dan Itjih kerap mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik, maka KPK meminta pihak kepolisian untuk menerbitkan surat daftar pencarian orang (DPO) atas nama Sjamsul dan Itjih.

"Yang sudah dilakukan KPK adalah, kami terbitkan DPO karena sudah berkali-kali dipanggil secara patut ke sejumlah alamat, dan diumumkan juga di KBRI tetapi yang bersangkutan tidak datang. Jadi pemanggilan sudah dilakukan bahkan saat penyelidikan, dan di tahap penyidikan juga sudah dilakukan," kata Febri.

1 dari 1 halaman

KPK Minta Bantuan Interpol

Selain meminta bantuan Polri untuk menerbitkan surat DPO, KPK juga meminta bantuan Interpol untuk mencari keberadaan Sjamsul dan Itjih.

Febri mengatakan, permintaan bantuan kepada Interpol, Kepolisian maupun aparat penegak hukum lainnya merupakan kewenangan KPK yang diatur dalam Pasal 12 UU nomor 30 tahun 2002 maupun perubahannya, yakni UU nomor 19 tahun 2019.

"Ini ada dasar hukumnya, ada di Pasal 12 UU 30 tahun 2002 yang sudah diubah saat ini. Jadi KPK dapat bekerja sama di tahap penyidikan dengan Interpol atau organisasi terkait untuk kebutuhan penangan perkara," kata dia.

KPK menetapkan Sjamsul dan istrinya Itjih Nursalim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI terhadap Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) milik Sjamsul. Penetapan ini merupakan pengembangan dari perkara mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung.

Sjamsul dan Itjih diduga diperkaya atau diuntungkan sebesar Rp4,58 triliun atas penerbitan SKL BLBI tersebut.

Reporter: Fachrur Rozie (mdk/rhm)

Baca juga:
Sjamsul Nursalim Buron, Pengacara Nilai KPK Berlebihan
Gandeng Interpol, KPK Buru Tersangka Korupsi BLBI Syamsul Nursalim
KPK Siapkan PK Terkait MA Bebaskan Syafruddin Asryad Temenggung
KPK Pertimbangkan Langkah Hukum Sikapi Putusan Bebas Syafruddin Temenggung
KPK Kerja Sama dengan CPIB Singapura Mengenai Status DPO Sjamsul Nursalim
KY Juga Rekomendasikan MA Jatuhkan Sanksi ke Hakim Pembebas Syafruddin Temenggung

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.