KPK Mulai Telusuri Aset Mantan Menpora Imam Nahrawi

PERISTIWA | 20 September 2019 21:46 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menelusuri aset mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Saat ini Imam berstatus tersangka kasus suap dana hibah KONI.

"Kami juga melakukan identifikasi dan penelusuran aset lebih lanjut karena dugaan suap yang diterima sejauh ini kan cukup signifikan lebih dari Rp26 miliar," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/9) seperti diberitakan Antara.

Proses penelusuran itu, kata dia, dibutuhkan agar 'asset recovery' atau uang yang kembali ke negara bisa lebih maksimal.

"Jadi, kami perlu menelusuri lebih lanjut agar nanti setelah proses hukumnya terjadi, maka 'asset recovery'-nya atau uang yang kembali ke negara itu bisa lebih maksimal," ungkap Febri.

Selain itu, kata dia, KPK juga membuka saluran jika masyarakat memiliki informasi terkait kepemilikan aset tersangka Imam.

"KPK juga membuka saluran. Jadi, kalau masyarakat ingin memberi informasi pada KPK terkait dengan misalnya ada aset-aset yang diduga dimiliki oleh tersangka itu bisa diinformasikan pada KPK," kata Febri.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK mengungkapkan bahwa sumber uang yang diterima Imam merupakan "commitment fee" terkait tiga hal.

"Dalam penyidikan ini, kami menduga sebagian suap terkait dengan proses pengurusan sampai dengan pencairan proposal hibah KONI merupakan 'commitment fee' terkait tiga hal," kata Febri.

Tiga hal tersebut, yakni anggaran fasilitasi bantuan untuk dukungan administrasi KONI mendukung persiapan Asian Games 2018.

Kedua, anggaran fasilitasi bantuan kegiatan peningkatan kapasitas tenaga keolahragaan KONI Pusat Tahun 2018;

Ketiga, bantuan pemerintah kepada KONI guna pelaksanaan pengawasan dan pendampingan pada kegiatan peningkatan prestasi olahraga nasional.

Diketahui, KPK pada Rabu (18/9) mengumumkan Imam dan asisten pribadinya saat menjadi Menpora, yakni Miftahul Ulum sebagai tersangka dalam pengembangan perkara suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran (TA) 2018.

Saat jumpa pers pada Rabu (18/9), KPK menduga Imam menerima uang dengan total Rp26,5 miliar.

Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

Adapun rinciannya, dalam rentang 2014-2018, Menpora melalui Ulum diduga telah menerima uang sejumlah Rp14,7 miliar.

Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar.

Baca juga:
Sumber Duit Suap Imam Nahrawi dari Commitment Fee Dana Hibah KONI
VIDEO: Hanif Dhakiri Resmi Jabat Plt Menpora Gantikan Imam Nahrawi
Soal Pengganti Imam Nahrawi, PKB Serahkan ke Presiden Jokowi
Jokowi Tunjuk Hanif Dhakiri jadi Plt Menpora
Usai Mundur dari Menpora, Imam Nahrawi Berkemas dari Widya Chandra
Dua Menteri Terjerat Korupsi, Presiden Jokowi Ingatkan Penggunaan Anggaran

(mdk/rhm)